in

Mengapa Musrenbang Perlu Digelar

PerspektifMakassar.id –  Perencanaan pembangunan merupakan hal niscaya dan harus terus diperbaharui. Bagi Pemerintah, ada tiga alas gerak utama. Yang pertama karena sesuai amanat UUD 1945 dalam memanfaatkan sumber daya tersedia dan demi perbaikan arah masa depan anak bangsa.

Kedua, sebab merupakan konsekuensi dari pembagian kewenangan Pemerintahan, Pusat, Provinsi dan Kabupaten-Kota hingga desa. Yang ketiga, disesuaikan dengan tren atau perubahan lingkungan strategis.

Menurut UUD 1945, sistem perekonomian nasional harus berorientasi pada kemakmuran rakyat, dan inilah yang memerlukan perencanaan yang integratif (dengan anggaran), fokus dan konsisten dalam pencapaian tujuan pembangunan.

Lebih rinci dapat dilihat dari semangat Pasal 33 Ayat 4 bahwa perekonomian nasional diselenggarakan atas demokrasi ekonomi dan prinsip kebersamaan, efisiensi, berkeadilan, berkelanjutan, ber-wawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.

Jelas bahwa terkait dengan fokus utama pemerintah yang dibiayai oleh APBN atau APBD maka untuk pencapaian hasil optimal, diperlukan sinergi perencanaan dan anggaran yang integratif.

Substansi perencanaan dapat dipahami dari penjelasan bahwa dia adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia sesuai UU No. 25/2004 pasal 1 angka 1.

Jika pembangunan adalah perubahan yang direncanakan maka perencanaan adalah penentuan pilihan dengan mengaplikasikan modal pengetahuan para pemangku kepentingan. Pemerintah, rakyat dan pihak swasta.

Pada tingkat implementatif, pelaksanaan perencanaan pembangunan dilakukan oleh Pemerintah, dengan melibatkan para pemangku kepentingan, melalui skema dan mekanisme kemitraan strategik.

Pihak tersebut seperti pelaku usaha dan masyarakat luas, perguruan tinggi maupun Lembaga Swadaya Masyarakat.

Mengapa perlu penyesuaian? Mengapa perencanaan reguler perlu digelar? Alasannya karena perubahan lingkungan internal dan eksternal. Adakah yang tidak berubah di kehidupan kita?

Oleh sebab itu, perubahan lingkungan strategis yang dimaksudkan dalam tulisan di awal berkaitan dengan dinamika globalisasi, regionalisasi, AFTA, ASEAN, APEC.

Untuk dimensi internal berkaitan dengan proses demokratisasi (Pemilu dan Pilkada), peraturan perundangan, otonomi daerah.

Sementara yang berkaitan dengan dimensi lingkungan dalam pengertian fisik semisalnya perubahan iklim, daya dukung dan daya tampung dari waktu ke waktu.

Itulah alasan mengapa diperlukan perencanaan Pembangunan Nasional yang terintegrasi. Substansinya adalah pada kesepakatan dalam menentukan arah pembangunan, penetapan prioritas program  serta optimalisasi sumberdaya (UU No. 25 Tahun 2004; Pasal 1; Angka 1).

Lebih dari itu semua, perencanaan menjadi penting sebab berkaitan dengan tujuan bernegara pada Pembukaan UUD 1945 dengan mempertimbangkan kondisi dan ketersediaan sumber daya, kondisi geografis dan dinamika sosial ekonomi ataupun budaya dan politik.

Oleh sebab itu, demi menjawab hal tersebut di atas, hari ini, Kamis 11 April 2019, Pemprov Sulsel menggelar Musrenbang RKPD atau ‘Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2020.

Tema yang diusung kali ini adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk pertumbuhan Sulawesi Selatan yang Inklusif.

Pada Musrenbang RKPD kali ini, direncanakan sekurangnya 500 orang perwakilan Pemerintah Pusat, Provinsi Sulsel dan undangan serta stakeholder Kabupaten-Kota akan hadir di Hotel Claro, Makassar, (14/04).

Nampak hadir di barisan undangan adalah Menteri Pertanian, Gubernur dan Wagub Sulawesi Selatan serta undangan. (*)

Penulis: K. Azis

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Hampstead, Jejak ‘Inteligensi’ di Sudut London (Bagian II)

Inilah Daftar Kab-Kota Penerima Penghargaan Terbaik Renbang Sulsel 2019