in ,

Inspiratif, Kampung Adat dan Budaya Balla’ Barakka Galesong Resmi Berdiri

Prof. Dr. H. Aminuddin Salle, SH, MH Karaeng Patoto memberi sambutan (dok: istimewa)

Galesong, PerspektifMakassar.id – Ahad, 14 April 2019 menjadi istimewa bagi Prof. Dr. H. Aminuddin Salle, SH, MH, Guru Besar Ilmu Hukum Unhas yang juga bagian dari Keluarga Besar Karaeng Galesong di Kabupaten Takalar.

Pasalnya, cita-cita dan ide besar orang tuanya untuk terus menerus menyiarkan pentingnya hakikat pendidikan, penjagaan tradisi dan adat Galesong kini menjadi kenyataan.

Adalah Kompleks Kampung Adat dan Budaya Galesong yang di dalamnya terdapat dua bangunan kembar Balla’ Barakkaka dan rumah panggung kayu dengan kolam serta aneka tanaman di sekitarnya.

Peresmian diisi oleh proses A’ngaru sebagai tanda kesetiaan (dok: istimewa)

Jika Balla’ Barakka merupakan rumah ‘museum’ jejak atau bukti peninggalan keluarga Karaeng Patoto berikut benda-benda peninggalan dari keluarga Kerajaan Galesong itu maka rumah kedua merupakan wahana sosial untuk bagi pengetahaun dan pengembangan kebudayaan Galesong.

Kompleks inspiratif ini berada di Desa Galesong Baru, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar atau berjarak sekitar 25 kilometer dari jantung Kota Makassar.

Suasana peresmian Kampung Adat dan Budaya Galesong (dok: perspektifmakassar.id)

Kampung Adat dan Budaya Galesong diresmikan bersama antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang diwakili Asisten II, Pemkab Takalar yang diwakili Kadis Pariwisata, Pendiri Balla’ Barakka,

Hadir pula perwakilan Kesultanan Cirebon YM Pangeran Raja Adipati Arif Nata Natadiningrat Sultan Sepuh Raja Cirebon XIV.

Perwakilan Kesultanan Cirebon memberi sambutan YM Pangeran Raja Adipati Arif Nata Natadiningrat (dok: istimewa)

Empat pihak yaitu YM Karaeng Patoto, YM Arif Natadiningrat, Pemprov Sulsel dan Takalar lalu menandatangani naskah peresmian Kampung Adat dan Budaya Galesong disaksikan tokoh masyarakat Galesong dan Makassar serta anggota DPR-RI, Aliyah Mustika Ilham.

Menurut Karaeng Patoto, Kampung Adat dan Budaya Galesong ini diharapkan dapat menjadi lokasi edukasi, pembinaan dan pengembangan budaya atau nilai-nilai kearifan lokal khas Galesong.

“Rumah ini bisa menjadi berkah bagi masyarakat sekitar bahwa pendidikan itu penting sekali,” jelasnya.

Beragam fasilitas

Pada dua bangunan kembar tersebut terdapat pula asesoris kebudayaan, alat-alat musik tradisional serta aneka jenis pakaian adat. Di sekitarnya terdapat kebun sayur, lahan ternak hingga kolam ikan.

Bangunan-bangunan tersebut sebelumnya telah digunakan untuk berbagai kegiatan sosial dan pertukaran informasi kebudayaan. Beberapa waktu lalu misalnya, sekelompok warga Aborigin (Marege) Australia telah datang ke tempat ini difasiliitasi Rumata Artspace.

Mereka datang mendengarkan pengalaman warga Galesong dalam mengembangkan potensi sumber daya alam dan tradisi serta kelembagaan maritim. Di tempat itu pula dilangsungkan workshop perahu tradisional serta diskusi penulisan yang dihadiri anak muda Galesong.

Kunjungan Komunitas Aborigin ke Balla’ Barakka (dok: K. Azis)

Saat ini, pengelola Balla’ Barakka juga ikut andil dalam mendorong kebersihan kampung dengan mempromosikan ‘Sungai Sehat’.  

Sungai kecil di depan Balla’ Barakka menjadi saksi bagaimana para pihak di sekitar kampung bahu membahu dalam membersihkan dan menjaga denyutnya sebagai sungai sehat, yang diharapkan dari warktu ke waktu tanpa sampah, tanpa kotoran.  

“Hal-hal seperti itulah yang menjadi tujuan pendirian tempat ini, menjadi ruang edukasi, pertukaran informasi kebudayaan serta menjaga adat dan tradisi Galesong,” kata Karaeng Patoto yang juga pendiri Aminuddin Salle Center (ASC), organisasi sosial yang selama ini aktif di pembedayaan masyarakat.

Selamat ya Karaeng Patoto dan keluarga atas peresminan ini. (*)

Penulis: K. Azis

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

KPK RI Uji Keberhasilan Pelayanan Terpadu terhadap Perizinan di Kota Makassar

Kompleks Perumahan Pajalesang di Kota Palopo Terendam Banjir