in ,

Tim TGUPP Sulsel, Bappeda dan OPD ke Pangkep Jajaki Pengembangan Ekonomi Berbasis Energi Baru Terbarukan

Ini upaya kita untuk menjawab harapan visi misi pembangunan Sulsel. Kita ke sini untuk dapat menyusun langkah-langkah aksi terutama pembangunan pesisir dan pulau-pulau. Akan ada pertemuan-pertemuan berikutnya dengan TGUPP dan dinas terkait. Kita berusaha mengoptimalkan peran-peran di masyarakat.

Tim TGUPP saat mewawancrai operator PLTS (dok: istimewa)

PERSPEKTIFMAKASSAR.ID – Visi pembangunan daerah Sulawesi Selatan periode RPJMD 2018-2023 adalah Sulawesi Selatan yang inovatif, produktif, kompetitif, inklusif, dan berkarakter.  Berdasarkan naskah RPJMD Sulsel 2018-2023, ada lima misi telah disiapkan.

Kelimanya adalah mewujudkan Pemerintahan berorientasi melayani dan inovatif, pembangunan infrastruktur berkualitas dan aksesibel, tumbuhnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang produktif, kualitas manusia kompetitif, inklusif dan berkarakter serta meningkatkan produktivitas dan daya saing produk sumber daya alam yang berkelanjutan.

Realisasi atau perwujudan misi tersebut harus bermula dari pengumpulan data informasi lapangan faktual dan menganalisisnya untuk formulasi solusi dalam bentuk program atau upaya-upaya korektif.

Tidak melulu melalui pembacaan makro atau memaksimalkan anggaran semata tetapi pada aspek paling mendasar, pada kebutuhan unit analisis terkecil seperti rumah tangga dan skala desa atau pulau kecil sekalipun yang jumlahnya mencapai 332 pulau.

Inisiatif Bappeda dan OPD

Relevan dengan itu, Bappeda, Dinas ESDM bersama tim GIZ-Endev telah menginisiasi beragam forum diskusi dan konsultasi seperti FGD dan konsultasi pengembangan pesisir dan pulau-pulau termasuk isu energi dan kelistrikan dengan perguruan tinggi seperti Unhas, Politeknik Bosowo hingga Unismuh.

Salah satu pertimbangannya adalah, tantangan pembangunan bagi Pemerintahan Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaeman sungguh sangatlah besar. Seperti belum terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik, infrastruktur kurang memadai, pusat-pusat pertumbuhan ekonomi belum optimal berkembang, rendahnya daya saing dan kualitas sumber daya manusia, kesenjangan sosial yang masih tinggi serta produktivitas dan daya saing produk sumberdaya alam yang masih rendah.

“Infrastruktur maritim kita (Pangkep) masih kurang memadai apalagi luasnya rentang kendali atas pulau-pulau dan pesisir kita di Pangkep,” kata Kepala Bappeda Pangkep, DR. Gaffar saat dikunjungi perwakilan tim bersama ini, (3/5/2019)

Tim menemui perempuan pekerja rumput laut (dok: istimewa)

“Demikian pula pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga pelayanan administrasi kependudukan. Khusus untuk Pangkep, kita merasa belum meratanya ketersediaan infrastruktur dasar, rendahnya daya saing produk daerah termasuk kelautan perikanan, kualitas SDM terutama di pesisir kita. Kita juga masih berjuang untuk mendorong tumbuhnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru,” jelasnya.

Pangkep adalah salah satu kabupaten di Sulsel yang disebut mempunyai banyak pulau, angka kemiskinan dan kesenjangan sosialnya masih tinggi, berada di level terbawah bersama Jeneponto dan Selayar.

“Tantangan kita memang pada tingginya angka kemiskinan, pengangguran serta pusat pertumbuhan masih di Kota Pangkajene padahal wilayah kita sangat luas,” tambah DR. Gaffar, yang juga alumni Kelautan Unhas ini.

“Kami berharap Pemerintah Provinsi dapat ikut mengurangi beban pembangunan kami. Paling tidak, dapat bersama memacu produktivitas serta meningkatkan daya saing produk sumberdaya alam yang memang masih rendah,” harap Gaffar.

Misi ke Saugi

Berkaitan tantangan pembangunan seperti digambarkan di atas, Bappeda Sulsel, GIZ-Endev serta beberapa OPD Sulsel atas dukungan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TUPP) Sulawesi Selatan dan Pemda Pangkep telah mengidentifikasi isu-isu pembangunan di wilayah pesisir dan pulau kaitannya dengan akses dan ketersediaan energi listrik.

“Kunjungan ini, satu inisiatif kita untuk benar-benar memahami konteks dan isu pembangunan di pesisir dan pulau-pulau seperti di Pangkep ini,” kata Andi Muhammad Arifin, Kabid Fispra dan SDA Bappeda Sulsel saat berkunjung ke Pulau Saugi bersama beberapa perwakilan OPD dan TGUPP.

“Ini bermula dari diskusi para pihak terkait isu pembangunan pesisir dan pulau-pulau di Pangkep dan Takalar yang difasilitasi oleh Dinas ESDM, Bappeda dan GIZ-Endev kaitannya dengan isu energi baru terbarukan beberapa waktu lalu,” kata Kamaruddin Azis, fasilitator program dari GIZ-Endev yang bertugas mendorong kerjasama para pihak dalam agenda pembangunan di pesisir dan pulau-pulau.

Perwakilan Dinas Koperasi dan UKM memberi msukan untuk warga Saugi (dok: istimewa)

“Salah satu amanat para pihak adalah perlunya mendorong kolaborasi perencanaan dan evaluasi program pembangunan di pesisir dan pulau selama ini,” lanjutnya.

Tim yang ke Pulau Saugi terdiri dari A.M Arifin (Kabid Fispra dan SDA) dan Enos P dari Bappeda Sulsel, Rendra Darwis, Zuryati Djafar,  A. Hari Ananda dari TGUPP Sulsel, Hasanuddin dan Marsyah Indrayani dari Bappeda Pangkep, Asrul Usman dari Dinas ESDM,  Ahmad Rivai dan Waris dari Dinas Peternakan, Akbar Mangenre Kurusi dari Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, Lukman dan Kamaruddin Azis (GIZ-Endev).

Tim diterima Kades Maccini Baji H. Muslimin Daeng Sirua dan perwakilan BPD M. Anas, operator PLTS Saugi, kelompok produktif perempuan setempat serta warga Pulau Saugi. Tim melakukan observasi ke lokasi PLTS Pulau Saugi dan mewawancarai operator PLTS, Ilham, terkait operasi dan manajemen PLTS.

Setelah itu, dilaksanakan diskusi dengan Kades, BPD, kelompok perempuan terkait potensi pulau, isu dan peluang pengembangan ke depannya.

Andi Muhammad Arifin meminta utusan OPD yang ikut untuk memberi masukan dan menimbang apa yang mungkin dikontribusikan terkait realitas sosial ekonomi dan isu kelistrikan di Pulau Saugi ini, baik atas potensi kelautan dan perikanan seperti rumput laut, rajungan hingga potensi pariwisata.

“Ini upaya kita untuk menjawab harapan visi misi pembangunan Sulsel. Kita ke sini untuk dapat menyusun langkah-langkah aksi terutama pembangunan pesisir dan pulau-pulau. Akan ada pertemuan-pertemuan berikutnya dengan TGUPP dan dinas terkait. Kita berusaha mengoptimalkan peran-peran di masyarakat,” tambah Arifin.

Ada beberapa ide yang terlontar seperti pemanfaatan energi listrik untuk mendukung peternakan skala kecil seperti penetasan telur bebek atau ayam, pariwisata, budidaya keramba ikan, pemanfaatan peluang Rumah Produksi milik Dinas Koperasi dan UKM Sulsel untuk mendukung rencana usaha kelompok produktif perempuan.

Lalu, ide penanganan produksi rumput laut yang lebih bersih dan efisien, peluang Bumdes untuk mendukung operasi PLTS misalnya pengelolaan iuran dan dana PLTS hingga pemanfaatan lokasi wisata Pulau Cambang-Cambang sebagai ‘pasar’ produksi warga Pulau Saugi.

“Telah ada Pulau Cambang-Cambang, dan harusnya ini bisa menjadi target pemasaran produk warga Saugi. Kita hanya perlu menciptakan produk khas, berlabel Saugi dan memasarkan ke sana. Kami siap bantu jika warga sudah ada produknya. Kami ada rumah produksi yang bisa bantu kalau warga perlu bikin label produk,” kata Akbar dari Dinas Koperasi dan UKM di depan warga.   

Tim TGUPP, Zuryati Djafar mengingatkan Pemerintah Desa dan operator untuk menimbang kembali kelayakan nilai iuran atau pembayaran warga atas listrik PLTS Pulau Saugi. Menurutnya, ke depan, perlu memastikan kelayakan gaji opertor, demikian pertimbangan masa atau umur operasi PLTS.

“Kami hanya menyarankan, ini kembali ke warga tapi yang penting adalah umur PLTS. Semoga bisa bertahan lama,” katanya alumni Teknik Mesin Unhas yang biasa disapa Yuyu ini.

Model penjajakan bersama seperti ini dapat dijadikan ‘tradisi’ dalam menemukenali persoalan-persoalan di pesisir dan pulau-pulau Sulsel yang jumlahnya lebiih 300-an itu.

Sulsel masih punya banyak pesisir dan pulau-pulau jauh yang butuh observasi, pendalaman dan back up pola kolaborasi perencanan seperti ini.

Yang dilakukan di Pulau Saugi ini masih dalam skala kecil tetapi jadi momentum strategis tentang perlunya kerjasama lintas aktor dan sektor membangun pesisir dan pulau-pulau Sulsel yang luar biasa besar itu. (*)

Penulis: K. Azis

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Lembaga Penjaminan Mutu UMI Laksanakan Workshop SPMI Program Asuh PT Unggul

Lebih Dekat Kapuslitbang Energi dan Kelistrikan Unhas, M. Bachtiar Nappu, Ph.D