in

Harga Vanili Selayar yang Menggiurkan

Vanili kering (dok: bukalapak)

PerspektifMakassar.id – Bus Aneka jurusan Makassar – Selayar sedang berhenti di Kota Bantaeng saat Perspektifmakassar.id bersua Pak Yusuf. Pria kelahiran Bantaeng dan beristrikan orang Tanete Selayar itu mengaku sering membeli dan membawa vanili keluar Selayar sejak 10 tahun terakhir.

Berbincang bersama Tahir, jadi ramai sebab hadir pula Daeng Sikki, sopir Aneka, yang dikenal mantan sopir Mahkota sejak tahun 90-an dan paham seluk beluk pedalaman Selayar.

“Kadang saya ditelpon dari Selayar kalau ada warga yang panen vanili, mereka minta dicarikan harga,” kata Tahir memulai obrolan. (17/05/2019).

“Cerita tentang vanili ini seru juga. Dulu waktu pertama-tama harganya Cuma 5 ribu perkilo. Di tahun 90-an, lalu naik lagi. Terutama sejak krisis 98,” lanjutnya.

“Kalau harga sekarang jangan ditanya lagi, harga basah 300-500 ribu perkilo,” seru Tahir.

Informasi tersebut dibenarkan oleh Daeng Sikki. Menurutnya sejauh in vanili telah menjadi primadona Selayar dan harusnya menjadi kebanggaan daerah untuk terus menerus dikembangkan.

“Vanili Selayar berbeda aromanya dengan vanili dari Sinjai atau Bulukumba.” kata Tahir bangga.

Dia menyebut bahwa ada pembeli vanili dari Jogja yang tahu persis bahwa vanili Selayar mempunyai aroma yang berbeda meski dicampur dengan vanili daerah lain, jadi harganya pantas mahal.

“Dulu saat harga anjlok banyak pembeli mengatakan bahwa itu karena tidak ada pembeli dari luar negeri. Sekarang stabil-mi, paling sedikit 300 ribu/kilo,” kata Tahir.

Menurutnya, selama ini lokasi asal vanili tersebar dari Lembangbau, Bontomarnnu hingga Golle. Sementara menurut Daeng Sikki, vanili bisa dijumpai juga di Rea-Rea hingga Huluk.

“Betul itu, vanili Selayar, vanili Super, kalah Sinjai dan Bulukumba,” sambung Sikki. Bukan hanya dihargai 300 perkilo untuk yang basah, menurut Tahir beberapa waktu lalu bahkan pernah sampai 500 ribu kilo.

Tahir paham seluk beluk bsnis vanili Selayar. Dia mengenal beberapa nama yang merupakan pengusaha vanili seperti Pak Nadi, Daeng Tahere yang merupakan orang Paccendolang. Ada pula Daeng Jabal.

Di laman online Alibaba dan Agromaret, vanili Tahiti dihargai antara 3 sampai 4 juta/kilo kering sementara vanili Papua kualitas ekspor mencapai angkata Rp. 5 juta/kilo.

Dua tahun lalu, laporan pasar Eurovanille pada Juli 2017, menyebutkan harga vanili asli mencapai 600 dolar AS per kilogram atau hampir sekitar Rp 8 juta per kilogram di pasar internasional.

Di pasar nasional, ada beberapa jenis vanili, seperti vanili Tahiti dan vanili Papua dengan harga berbeda. Ada juga vanili Planifolia. Vanili Selayar disebut masuk kategori vanili Tahiti.

Bagi warga Selayar, vanili bukan komoditas baru. Pernah marak di tahun 90-an lalu jatuh di tahun 2000-an.

“Harganya palingan 5 ribu/kilo basah,” tutup Tahir.

Penulis: K. Azis

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Kisah Buol dan Tragedy of the Common

Inspektorat Kota Makassar Sosialisasikan Pengendalian Gratifikasi di Lingkup Pemkot