in , ,

Pinrang, Surga Investasi Karena Paket Kebijakan Plus

Gerai Perizinan (RAJIN) tujuannya untuk memudahkan proses perizinan, proses penerbitan perizinan berlangsung di kelurahan dan desa, pengembangan usaha mikro dan menengah serta meningkatkan sumber daya manusia di kelurahan atau desa

Bupati Pinrang dan penghargaan atas inovasi investasi dan perizinan ala Pinrang (dok: istimewa)

PINRANG, PERSPEKTIFMAKASSAR.ID – Luar biasa! Jika total nilai investasi sebelumnya hanya 291 miliar setelah reformasi kebijakan investasi nilainya naik 2,85 triliun. Inilah inovasi penuh dampak dari Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Inilah impian inovasi yang jadi kenyataan. Tentang bagaimana Pemerintah Kabupaten dalam meningkatkan investasi pembangunan daerahnya. Tak banyak kabupaten/kota yang sedia memfasilitasi usaha dengan mengalokasikan sumber daya daerah selain di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Jika Anda pengusul usaha atau investor maka perizinan akan sangat mudah, efisien dan melalui prosedur transparan, tidak membebani. Jika berkomitmen dan berdedikasi, silakan ikuti prosedur, beri penjelasan melalui presentasi, ikuti tanya jawab, beri klarifikasi dan anda akan mendapat data dan informasi mengenai peluang dan kesuksesan investasi anda. Dijamin!

Demikian gambaran reformasi kebijakan investasi menurut Andi Mirani, AP, M.Si,- Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pinrang kepada PerspektifMakassar terkait iklim investasi di Pinrang yang belakangan ini banyak mendapat apresiasi termasuk dari Pemerintah Pusat.

Wapres Jusuf Kalla saat membuka IDF di Jakarta (dok: istimewa)

Karena itu pula, mewakili Pemkab Pinrang, perempuan yang sebelumnya menjabat Kabag Ortala ini mendapat undangan istimewa mempresentasikan inovasi perizinan versi Pinrang ini di hadapan banyak orang.

Presentasi disampaikan di tengah pelaksanaan Indonesia Development Forum (IDF) yang digelar Kementerian PPN/Bappenas bersama Pemerintah Australia melalui Knowledge Sector Initiative (KSI) pada 22-23 Juli 2019 di Jakarta Convention Center (JCC). Ada 250 pembicara dari seluruh dunia.

IDF 2019 berfokus pada prioritas Pemerintah Indonesia pada Sumber Daya Manusia (SDM) dengan tema Mission Possible: Memanfaatkan Peluang Pekerja Masa Depan untuk Mendorong Pertumbuhan Inklusif. Acara dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, dan Duta Besar Australia Gary Quinlan.

Mengapa investasi di Pinrang berbeda?

Yang paling menarik karena ada mekanisme dan kesungguhan para pihak seperti OPD untuk memberi masukan dan klarifikasi atas investasi di Pinrang hingga level terendah di desa/kampung. Para pihak hadir saat proses konsultasi atau presentasi di ruang aula DPMPTSP Kabupaten Pinrang.

Kepala DPMPTSP Pinrang, Andi Mirani, AP, M.Si (dok: istimewa)

“Di situ, pengusul atau calon investor diberi kesempatan presentasi bisnisnya. Akan hadir perwakilan DPMPTSP, OPD dan perwakilan masyarakat,” kata Andi  Mirani.

Dia menyebut contoh pengalaman pengusaha memanfaatkan prosedur ini yang memaparkan rencana investasi seperti PT. Sinar Agung Jaya Lestari untuk usaha pembangunan AMP, stone crusher dan batching plan. Juga PT. Bambapuang Perkasa untuk pembangunan Perumahan Griya Benteng Mas serta ekspose PT. Biota Laut Ganggang yang ingin memperluas usaha dengan produksi pakan ternak dari rumput laut di Suppa.

 “Mereka ekspose dan dihadiri organisasi seperti Dinas Lingkungan Hidup, PUPR, PERINDAG, UPT Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan, hingga Kepala Desa dimana lokasi investasi akan berlangsung,” kata Mirani.

Di pertemuan itu, pengusaha dapat menjelaskan profil usaha, rencana investasi, alokasi tenaga kerja, bahan baku, luas usaha, kegiatan usaha, sarana dan prasarana. Lalu ada sharing teknis, manajemen termasuk kesesuaiannya dengan UU atau regulasi yang ada.

Semakin kondusif dengan SILEMPUE

Iklim investasi dan kemudahan perizinan di Pinrang seperti diceritakan Andi Mirani tersebut kian kondusif sejak Bupati Pinrang terpilih 2019-2024 H. A. Irwan Hamid. S.Sos dan wakilnya Drs. H. Alimin justeru kian memacu kemampuan Pemkab dalam memfasilitasi masuknya investasi.

Kesuksesan Kabupaten berjuluk Bumi Lasinrang dengan mengusung dua instansi yaitu Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Dinas Peternakan dan Perkebunan sebagai bagian dari Top 29 inovasi pelayanan publik di Sulsel menjadi bukti bahwa inovasi mereka terus berkembang.

Komponen PAKSI Pinrang (sumber: Youtube)

Dari dinas PMPTSP, inovasi itu adalah Sistem Layanan Perizinan dan Manajemen Perizinan Usaha Secara Elektronik atau SILEMPUE dan disebut sebagai ‘fasilitator’ investasi ampuh.

Dengan SILEMPUE, mereka menggelar apa yang disebut ‘One Day Services’ di beberapa titik lokasi di kantor-kantor kecamatan sejak awal tahun ini. Dengan kegiatan ini, dinas bisa menyampaikan informasi ke masyarakat bahwa Pemda Pinrang sangat serius dalam menciptakan iklim kondusif investasi.

“Perizinan tersebut meliputi usaha perdagangan tanda daftar perusahaan dan SIUP. Ini semua bebas biaya kecuali perizinan mendirikan bangunan (IMB) dan izin perikanan,” ucap Mirani.

“Semua itu merupakan bagian dari kebijakan Pemkab sekaligus arahan Bupati dalam hal Percepatan Investasi melalui Paket Kebijakan Plus,” kata Mirani sebelum memberikan presentasi di IDF Jakarta.

Sesuai potensi daerah

“Apa yang ditempuh in merupakan gambaran bahwa Pemkab Pinrang di bawah pimpinan Bupati A. Irwan Hamid dalam merealisasikan visi dan misi serta rencana-rencana pembangunan wilayah. Pada tumbuhnya industri-industri andalan, aneka produksi dan menggeliatnya perdagangan,” ucapnya.

“Di Pinrang, investasi saat ini kian beragam, kian terasa. Berbagai proyek seperti properti, industri pertanian dan perikanan, pariwisata, perhotelan, kuliner dan lain sebagainya,” jelasnya.

Uraian item kebijakan PAKSI (dok: istimewa)

Menurut Mirani, untuk konteks regional Sulawesi Selatan, Pinrang, daerah dengan penduduk tidak kurang 410 ribu jiwa ini adalah surga investasi, merupakan salah satu Kabupaten yang mempunyai potensi sumberdaya alam dapat berkembang karena letak geografisnya yang strategis.

Wilayah Kabupaten Pinrang terbagi dalam 12 Kecamatan terbagi atas 39 kelurahan dan 65 Desa. Kondisi Topografi wilayah pada umumnya berbukit-bukit dengan ketinggian 100 – 2000 meter di atas permukaan laut.

Pinrang terletak di wilayah pesisir barat Sulawesi Selatan, atau  berjarak 185 kilometer dari Kota Makassardan bertetangga Kabupaten Polman Sulawesi Barat dengan panjang pantai 101 kilometer, sebagian berada di daerah perbukitan sehingga mempunyai banyak pilihan investasi, budidaya perikanan bahkan perikanan tangkap, pertanian dan perkebunan hingga manufaktur hingga jasa keuangan dan permukiman.

Pinrang sangat strategis sebagai lumbung padi Nasional dengan produksi Gabah Kering Sawah (GKS) mencapao 411.600 ton per tahun. Wilayah pesisir dan lautnya dapat menjadi lokasi budidaya tambak, jaring apung hingga wisata bahari. Apalagi ada kawasan ekonomi pertanian terpadu di sekitar Pantai Ammani.

Berdampak nyata pada penciptaan lapangan kerja (dok: istimewa/Yotube)

Ada beberapa obyek wisata lainnya seperti Pantai Lowita, Wekkae, pantai ujung Tape, Air Terjun Kalijodoh, Taman Lasinrang, waterboom Pinrang, Air Terjun Karawa, Puncak Karomba, Permandian Air Panas Sulili ke arah jalan poros Pinrang-Enrekang.

 “Investsi kita mudahkan sejak beberapa tahun terakhir melalui paket kebijakan investasi (PAKSI). PAKSI berhasil menjawab permasalahan investasi daerah dan perijinan, utamanya dalam hal kemudahan dan kepastian,” jelas Mirani.

“Bahkan, PAKSI mendapat apresiasi dari pemerintah pusat dan masyarakat internasional sebagai salah satu program inovasi terbaik dalam bidang pelayanan perijinan dan investasi,” lanjutnya.

“Meski demikian, pada ruang dan waktu tantangan terkait investasi ini tidak mudah sebab ada kompetisi, satu daerah dengan daerah lain sehingga kami harus beradaptasi dan inovatif meningkatkan kapasitas. Menghidupkan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi (KIS) dengan pihak lain termasuk Pemerintah Pusat dan mitra strategis lainnya,” terang Mirani.

Praktis, sistemaris, efisien dan tercatat (dok: istimewa/Youtube)

Di pikiran Mirani, di kepemimpinan Bupati A. Irwan Hamid, satu persatu persoalan investasi mulai diidentifikasi dan dicarikan jalan keluar seperti peraturan yang berdampak pada ketidakpastian kebijakan dan hukum, pajak, tenaga kerja terlatih hingga urusan lahan dan ijin pembanguan.

Sejauh ini keberhasilan Pemkab Pinrang dapat dilihat dari penyelesain perizinan dengan cepat. Tak lagi berbelit, pungutan liar hingga pemangkasan biaya-biaya tidak perlu.

Dimudahkan inovasi

“Karena orientasi kita pada percepatan investasi yang berorientasi pada tumbuhnya investasi dan mudahnya perijinan berusaha. Tentu dengan memperpendek jalur perizinan dan kita jemput bola dalam arti kami yang proaktif turun ke lapangan. Sesimpel itu,” terang Mirani.

Menurut Mirani, prosedur perizinan memang ada tetapi penggunaan waktunya efektif dan efisien.  

Selama ini, inovasi yang dikembangkan di kabupaten seluas 1.962 km² ini disebut menarik karena bersifat partisipatif dan sistematis.

“Paket kebijakan plus untuk iklim investasi ini meliputi paket investasi kebijakan (PAKSI), Gerai Perizin (RAJIN) dan Sistem Informasi dan Aplikasi Perizinan Berbasis OSS (SIAP BOSS). Tujuannya untuk meningkatkan realisasi investasi daerah, meningkatkan lapangan kerja  dan meningkatkan daya tarik serta minat investor untuk berinvestasi di Pinrang,” kata Pamong kelahiran Makassar, 45 tahun lalu ini yang mantan Camat Tiroang ini.

 “Jadi outputnya pada membaiknya iklim usaha atau investasi kondusif. Apa indikatornya? minat investor semakin tinggi yang dicirikan oleh nilai investasi yang tinggi serta jumlah izin terbit meningkat sebagai hasil atau dampak,” jelasnya.

“Kita juga ada penginternalisasian sistem pelayanan satu pintu berbasis teknologi daring dengan format OSS serta membangun rumah gerai ijin dan investasi hingga pada tingkat Kelurahan/Desa,” tambahnya.

“Dengan adanya penekanan plus atau tambahan dari kebijakan sebelumnya sebagai bentuk penyempurnaan pelayanan sebelumnya kita membangun rumah gerai investasi di setiap Kelurahan/Desa yang akan menugaskan perangkat Kelurahan/Desa sebagai petugas pelayanannya,” imbuhnya.

“Tujuan pembangunan rumah gerai ijin dan investasi adalah agar seluruh lapisan masyarakat yang berada di pelosok wilayah Pinrang termasuk di pedesaan utamanya warga masyarakat yang belum memiliki fasilitas daring (HP/internet) dapat dilayani di tempat-tempat khusus yang disiapkan,” lanjut Mirani.

“Secara spesifik, Gerai Perizinan (RAJIN) tujuannya untuk memudahkan proses perizinan, proses penerbitan perizinan berlangsung di kelurahan dan desa, pengembangan usaha mikro dan menengah serta meningkatkan sumber daya manusia di kelurahan atau desa,” tambahnya.

Lalu berikutnya adalah membentuk PIF (Pinrang Investment Forum) sebagai wadah yang digunakan untuk pertemuan pelaku investasi baik dalam maupun luar negeri. Harapannya agar mendapat informasi utuh dan lengkap serta layanan proses fasilitasi investasi yang baik.

Menurutnya, untuk menjalankan PIF, akan dibentuk tim teknis percepatan investasi daerah yang terdiri dari unsur instansi Pemerintah Pinrang yang terkait.

Kadis DPMPTSP dan tim: merayakan keberhasilan kebijakan Paket Plus (dok: istimewa)

“Tim teknis ini akan membuat agenda pertemuan bisnis dengan pelaku investasi (antara lain dengan asosiasi pengusaha Indonesia dan asing) sekaligus menyiapkan prospektus investasi bagi pelaku investasi serta memfasilitasi jika ada yang berminat untuk melakukan investasi sebagaimana diceritakan sebelumnya,” ucapnya.

Meski demikian, menurut Mirani, kunci tumbuh kembangnya investasi di daerah adalah daya dukung para pihak termasuk masyarakat luas.

“Makanya kita perlu memperkuat promosi daerah, oleh semua pihak, OPD, dalam rangka menggerakkan investasi melalui pembuatan prospektus potensi sumberdaya alam hayati dan non-hayati, potensi lahan dan keruangan  serta rencana pengembangan bisnis,” kunci Mirani.

Dengan penggambaran di atas, jelas sekali mengapa Pinrang mendapat kesempatan mempresentasikan keberhasilannya di IDF yang dihadiri Wapres Jusuf Kalla itu. Selamat! (*)

Penulis: K. Azis

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

IKA Unhas Korwil Sulbar Gelar Raker dan Pengabdian Sosial

Ketua Yayasan dan Rektor Uniqbu Pulau Buru Silaturahmi ke UMI