in , ,

Kadis PMPTSP Pinrang Paparkan Strategi Percepatan Investasi di Hadapan Bupati/Walikota se-Indonesia

Paket kebijakan plus untuk iklim investasi ini meliputi paket investasi kebijakan (PAKSI), Gerai Perizin (RAJIN) dan Sistem Informasi dan Aplikasi Perizinan Berbasis OSS (SIAP BOSS).

Kadis PSTP, Andi Mirani, kedua dari kanan (dok: istimewa)

JAKARTA, PERSPEKTIFMAKASSAR.ID – Andi Mirani, AP, M.Si,- Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan menjadi pembicara di depan ratusan Bupati dan Walikota se-Indonesia, (23/07/2019).

Mewakili Pemkab Pinrang, dia mendapat undangan ini di tengah pelaksanaan Indonesia Development Forum (IDF) yang digelar Kementerian PPN/Bappenas pada 22-23 Juli 2019 di Jakarta Convention Center (JCC).

IDF 2019 berfokus pada prioritas Pemerintah Indonesia pada Sumber Daya Manusia (SDM) dengan tema Mission Possible: Memanfaatkan Peluang Pekerja Masa Depan untuk Mendorong Pertumbuhan Inklusif. Acara dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Andi Mirani dipanel bersama Kharisma Bintang Alghazy, anggota tim reformasi peraturan dan perizinan usaha Kemenko Ekonomi serta Alwin Adityo, dari divisi regulasi dan penelitian perbankan, OJK.

Pada presentasi tersebut Mirani menjelaskan proses hingga dampak pasca berjalannya kemudahan Paket Investasi di daerahnya.  Dia menjelaskan alur, sistem perizinan yang serba online, kesiapan perangkat atau sarana prasarana pendukung seperti ruang konsultasi, CCTV dan ruang IT.

“Kita ada ruang konsultasi dan semua terpantau CCTV,” sebutnya.

Dia menyatakan bahwa dengan paket kebijakan investasi, Pinrang memperoleh manfaat luar biasa dari masuknya investasi senilai 2,8 triliun, melesat dibanding periode sebelumnya.

Komponen Paksi Pinrang (dok: istimewa)

“Intinya ada beberapa kemudahan, kita menyiapkan data informasi melalui prospektus. Lalu ketika ada investasi, akan ditndak lanjuti oleh Forum Investasi yang sudah ada. Semua clean and clear. Contohnya, kita ada investasi perusahaan asal China yang berinvestasi rumput laut. Kita beri kemudahan akses jalan dan ini memudahkan pengangkutan produk mereka. Bahkan sudah ekspor ke berbagai Negara,” jelasnya.

Untuk investasi di Pinrang, menurut Mirani sangat mudah dan menguntungkan terutama pada kegiatan pertanian, perkebunan, perikanan hingga pertambangan. Salah satu keuntungannya adalah ketersediaan tenaga kerja lokal.

“60% penduduk Pinrang merupakan kelas produktif dari kurang lebih 400 ribu jiwa penduduk,” ucapnya.

Saat ditanya peserta tentang alasan untuk berinvestasi di Pinrang dia menyebut bahwa ini berkaitan dengan lahan yang tersedia, prospektif serta dari status hukum terjamin.

“Lahan aman, terjangkau, hukum pun terjamin. Akses informasi juga tersedia. Dukungan kita adalah penguatan kebijakan melalui peraturan Bupati. Ada gugus tugas untuk percepatan investasi dan memberi kemudahan termasuk aktifnya sistem layanan berbasis teknologi informasi.

Mekanisme kerja

Iklim investasi dan kemudahan perizinan di Pinrang seperti diceritakan Andi Mirani tersebut kian kondusif sejak Bupati Pinrang terpilih 2019-2024 H. A. Irwan Hamid. S.Sos dan wakilnya Drs. H. Alimin ikut memacu kemampuan Pemkab dalam memfasilitasi masuknya investasi.

Kebijakan Paksi (dok: istimewa)

 “Paket kebijakan plus untuk iklim investasi ini meliputi paket investasi kebijakan (PAKSI), Gerai Perizin (RAJIN) dan Sistem Informasi dan Aplikasi Perizinan Berbasis OSS (SIAP BOSS). Tujuannya untuk meningkatkan realisasi investasi daerah, meningkatkan lapangan kerja  dan meningkatkan daya tarik serta minat investor untuk berinvestasi di Pinrang,” papar Mirani.

“Dengan adanya penekanan plus atau tambahan dari kebijakan sebelumnya sebagai bentuk penyempurnaan pelayanan sebelumnya kita membangun rumah gerai investasi di setiap Kelurahan/Desa yang akan menugaskan perangkat Kelurahan/Desa sebagai petugas pelayanannya,” lanjutnya.

Menurut Mirani, tujuan pembangunan rumah gerai izin dan investasi adalah agar seluruh lapisan masyarakat yang berada di pelosok wilayah Pinrang termasuk di pedesaan utamanya warga masyarakat yang belum memiliki fasilitas daring (HP/internet) dapat dilayani di tempat-tempat khusus yang disiapkan.

Secara spesifik, Gerai Perizinan (RAJIN) tujuannya untuk memudahkan proses perizinan, proses penerbitan perizinan berlangsung di kelurahan dan desa, pengembangan usaha mikro dan menengah serta meningkatkan sumber daya manusia di kelurahan atau desa.

Lalu ada PIF (Pinrang Investment Forum) sebagai wadah yang digunakan untuk pertemuan pelaku investasi baik dalam maupun luar negeri. Harapannya agar mendapat informasi utuh dan lengkap serta layanan proses fasilitasi investasi yang baik.

 “Tim teknis ini akan membuat agenda pertemuan bisnis dengan pelaku investasi (antara lain dengan asosiasi pengusaha Indonesia dan asing) sekaligus menyiapkan prospektus investasi bagi pelaku investasi serta memfasilitasi jika ada yang berminat untuk melakukan investasi sebagaimana diceritakan sebelumnya,” ucapnya.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak bersama Unhas Gelar Pelatihan

Sertifikat Kompetensi: Apa yang Keliru?