in ,

Unhas Punya Presiden Mahasiswa, Aktivis dan Alumni Beri Selamat

WR 3 Unhss dan alumni Unhas di Jabodetabek (dok: Ardiansyah Bahar)

MAKASSAR, PERSPEKTIFMAKASSAR.ID  – Universitas Hasanuddin kini punya Presiden BEM. Namanya Abd Fatir Kasim, mahasiswa Fakultas Industri Unhas. Dia terpilih sebagai Presiden Mahasiswa universitas terbesar di Indonesia timur itu setelah unggul atas Aryangga Pratama, mahasswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM).

Pemilihan yang berlangsung cair dan lancar itu dilaksanakan di Wisma Perum Bulog Malino, Gowa pada hari Rabu, 7 Agustus 2019 dimana Fatir meraih 28 suara sementara Aryangga 7 suara dari 45 suara yang diperebutkan. Ada 5 yang batal.

“Kami ucapkan selamat kepada Presiden BEM Unhas yang baru terpilih. Kami berharap di bawah nahkoda saudara Abd Fatir Kasim, kegiatan kemahasiswaan semakin semarak dan makin signifikan ke arah yang lebih positif,” kata Wakil Rektor 3 Unhas, Prof Arsunan Arsin atas terpilihnya Ketua BEM Unhas itu.

“Kami yakin dinamika kemahasiswaan makin kondusif dan makin berprestasi baik di event nasional maupun internasional. Kami berharap bisa bekerja sama dengan Presiden BEM Unhas sebagai mitra strategis untuk pengembangan kemahasiswaan di masa-masa akan datang,” tambah sosok yang kerap disapa Prof Cunang ini.

Presiden mahasiswa Unhas, Abd. Fatir Kasim (dok: istimewa)

Saat ini, di Ilmu Sosial ada tiga fakultas yang belum bergabung dengan BEM UH yaitu, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Ilmu Ekonomi dan BisnIs, Fakultas Isipol. Salah satu lainnya adalah Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP).  Fakultas MIPA juga bikin kejutan karena urung bergabung di ‘menit terakhir’.

Hingga kini, ada 7 fakultas di Unhas yang belum mengutus perwakilan di BEM ini.

Salah seorang aktivis senat mahasiswa Universitas Hasanuddin tahun 90-an, Dr Aminudddin Syam yang juga Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat menyatakan dengan terpilihnya Presiden BEM maka perhatian berikutnya adalah bagaimana mengajak 7 fakultas lainnya yang belum bergabung supaya bisa masuk ke pengurusan.

Terkait langkah itu, Busman, aktivits Sospol Unhas tahun 80-an ikut beri komentar.

“Mari kita dukung sepenuh hati terbentuknya BEM Unhas ini dengan harapan sosok ketua BEM Unhas adalah jembatan antara aspirasi poltik mahasswa dengan pihak rektorat Unhas, mengawal dialektika dinamis kampus. Bravo buat Prof Cunang,” puji Busman, aktivis Sospol Unhas tahun 80-an.

Bagi yang belum bergabung, ada pandangan positif dari Dr Aminuddin Syam. Dia megatakan bahwa jika ada fakultas yang belum bergabung bisa jadi karena proses komunikasi yang belum tuntas.

“Tugas senior fakultas untuk berdialog dengan adik-adik di BEM Fakultas,” harap Aminuddin.

Dari Kendari, Abdul Rahman Farisi, aktivs HMI dan mantan dosen FIB Unhas yang kini berkarir di Jakarta menanggapi dengan optimis. “Tinggal menunggu kiprah adik-adik tentang ‘pemberontakan’ yang berdasar logika, cinta dan intuisi masa depan,” ungkap sosok yang akrab disapa Boge ini. (*)

Penulis: K. Azis

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Faperta Unhas Gelar Simposium Internasional Agrikultur dan Teknik Biosistem

They Call Me Professor, So What?