in

Pinisi ‘Kadjoe Wara’ di Sunda Kelapa

Kadjo Wara 1932 (dok: Faizal A. Saud)

PERSPEKTIFMAKASSAR.ID – Keunggulan perahu Bugis Makassar jenis pinisi telah menjadi cerita sejak lama. Dia ditemukan di pelosok Nusantara bahkan di laut-laut internasional. Pinisi menjadi perahu pengangkut hasil bumi dan barang impor yang banyak diandalkan para pedagang atau pengusaha dari pesisir di kaki Pulau Sulawesi.

Faizal A. Saud, anggota grup Facebook ‘Makassar dan Sekitar Dalam Lensa Tempo Doeloe’ berbagi foto menakjubkan. Foto yang disebutnya bagian dari koleksi foto langka yang berjudul: “Indische Reis in Kleurenfoto’s” atau Perjalanan ke Hindia dalam Foto Berwarna, koleksi dari NMVW (sekarang menjadi Tropenmuseum), Netherlands.

Menurutnya, foto ini diabadikan di Pelabuhan Sunda Kelapa, Batavia pada tahun 1938. Fotografernya tidak diketahui siapa dan foto berwarna pada era tahun 1930-an adalah sesuatu yang sangat langka dan biayanya mahal.

Mengapa foto itu menjadi menakjubkan? Karena menggambarkan ‘sosok’ pinisi yang disebut merupakan perahu tangguh dari Pulau Sulawesi bagian selatan dari atribut tahun sebelum masa Kemerdekaan.

Dalam foto ini tergambar sebuah kapal pinisi sedang sandar di pelabuhan Sunda Kelapa bernama Bintang Tandjong yang bertuliskan 1932 dan diduga berasal dari Kadjo Wara.

Kata Kadjo Wara ini mengingatkan kita pada daerah Kajuara di Kabupaten Bone sekarang. Penulisan tahun di lambung atau di badan kapal memang jamak dilakukan sejak dulu.

Di pinisi itu nampak berdiri seorang pria dengan peci hitam dan bersarung, layaknya para pelaut dulu. Untaian tali yang khas sangat berasosiasi ke temali pinisi yang kita kenal selama ini. Demikian pula gulungan layar dan tangga layar.

Jika ada yang agak meragukan di foto itu, bisa jadi karena ada ‘warna’, hal yang sangat langka dari periode tahun 30-an. Atau bisa jadi hanyalah sebagai nama belaka tak merujuk ke tahun dimana foto ini ditemukan atau dibuat.

Angka tahun bisa jadi serupa atau senapas ketika menulis ‘PSM 1915’ di lambung kapal. Merujuk pada pendirian Makassar Voetbal Bond (MVB) pada 2 November 195, yang di kemudian hari tercatat sebagai embrio Persatuan Sepak bola Makassar(PSM Makassar).

Meski begitu, foto di atas tak bisa diabaikan, paling tidak sangat menggambarkan model perahu pinisi sebagaimana sering diceritakan, tentang lambung, kemudi dan temali yang ada di tiang-tiang layar.

Thanks fotonya Pak Faizal! (*)

Penulis: K. Azis

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Mahasiswa Baru Fakultas Hukum Unhas Kampanyekan Perang Sampah Plastik

Kubus Apung MAS, Cara Cepat Bangun Objek Wisata di Daerah