in ,

KKP dan SEA-USAID Pacu Implementasi e-Logbook Perikanan Skala Kecil

Suasana workshop KKP-SEA USAID (dok: istimewa)

BOGOR, PERSPEKTIFMAKASSAR.ID – Dalam upaya mewujudkan praktik perikanan yang berkelanjutan, Direktorat Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan akan terus meningkatkan kualitas data produksi perikanan tangkap. Hal tersebut dilakukan dengan memperbaiki sistim pendataan melalui sistim logbook.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Muh Zulficar Mochtar mengatakan bahwa selama puluhan tahun ketersediaan data kurang bisa diandalkan. Padahal tuntutan data handal dan akurat sudah menjadi kebutuhan pasar.

“Perbaikan data ini menjadi penting sebab terkait dengan ketertulusuran hasil tangkapan bagi pasar, manfaat dan rencana bisnis bagi pelaku usaha, dan juga tata kelola perikanan bagi pemerintag,” kata Zulficar.

Zulficar menyampaikan hal tersebut pada acara final consultative workhop on electronic and small scale fishing logbook development di Bogor pada Selasa, 13 Agustus 2019.

Workshop ini merupakan salah satu bentuk dukungan proyek SEA-USAID dalam memperkuat implementasi logbook penangkapan.

Dalam kesempatan tersebut, Zulficar juga mengingatkan bahwa aplikasi logbook bertujuan untuk mendapatkan hasil tangkapan yang akurat, up to date dan obyektif.

“Data logbook akan mrnjadi input dalam alokasi sumberdaya ikan dan usaha penangkapan ikan, mengetahui produktivitas kapal dan penangkapan ikan, serta pelaporan data ke RFMO,” kata Zulficar.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Sumberdaya Ikan Syahril Abdul Raup menjelaskan bahwa sejak tahun lalu, sistim logbook telah diperbaiki dengan penerapan e-logbook.  Pembaharuan ini dimaksudkan agar jangkauan penerapan logbook bisa mencapai kapal dengan ukuran dibawah 30 GT.

“Selama ini kita fokus ke kapal dengan izin pusat, tapi dengan sistim e logbook, kami berharap akan dapat menjangkau nelayan kecil yang selama ini datanya nyaris tidak tercatat,” kata Syahril.

Patut diapresiasi bahwa Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap pada tahun ini menargetkan 10.000 kapal akan menerapkan sistim logbook.

Pada kesempatan lain, peneliti senior DFW-Indonesia, Muh Nazruddin mengapresiasi upaya KKP dalam memperbaiki data hasil tangkapan.

“Kami menduga selain praktik IUUF, kegiatan perikanan di Indonesia juga diwarnai dengan praktik under-reported dimana pelaku usaha melaporkan hasil tangkapan di bawah nilai yang sesungguhnya ditangkap,” imbuh Nazruddin.

Menurutnya, tantangan penerapan e-logbook adalah penerimaan nelayan dan pelaku usaha pada regulasi ini dan mereka mau menerapkannya secara sukarela.

“Perlu ada strategi komunikasi dan sosialisasi atas regulasi logbook dan penjelasan kepada pelaku, tentang apa manfaat manajemen yang mereka dapatkan jika melaporkan data melalui logbook,” harap Nazruddin. (*)

Editor: K. Azis

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Yang Berbahagia, Lima Saudara Jadi Anggota DPRD Hulu Sungai Selatan

Penghargaan Presiden RI untuk ‘Renaissance Man’ dari Gowa-Tallo