in , ,

Fakultas Kehutanan Gelar Konferensi Internasional tentang Wallacea

Foto bersama Dekan Kehutanan dan pembicara konferensi (dok: Humas Unhas)

PERSPEKTIFMAKASSAR.ID – Universitas Hasanuddin melalui Fakultas Kehutanan kerjasama dengan Burung Indonesia menyelenggarakan Konferensi Internasional bertajuk “International Conference Wildlife and Utilization in Wallacea Region”.

Kegiatan yang mengangkat tema “Harmonizing Human – Wildlife Relationship for Sustainable Enviromental Management IN Wallacea Region” tersebut berlangsung pada pukul 09.00 wita di Hotel Dalton, Jalan. Perintis Kemerdekaan Km. 16, Makassar, Kamis (22/08).

Turut hadir Dekan Fakultas Kehutanan, Prof. Dr. Ir. Yusran Yusuf, S.Hut., M.Si., IPU., beserta jajarannya, Kepala Konservasi Burung Indonesia, Ady Widyato.

Selain itu, hadir sebagai Keynote Speaker, Drs. Rasio Ridho Sani, M.Com., (Direktorat Jenderal Penegak Hukum, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Indonesia), Ir. Wiratno, M. Sc (Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Indonesia).

Sementara sebagai invited speaker, Dr. Colin R. Trainor (Lembaga Penelitian Lingkungan, Australia) dan Micha R. Fisher, Ph.D (Universitas Hawaii di Manoa).

Kegiatan ini dibuka oleh Dekan Fakultas Kehutanan, Prof. Dr. Ir. Yusran Yusuf, S.Hut., M.Si. Dalam sambutannya, Prof. Yusran menyampaikan dukungan terhadap konferensi ini, dan berharap menjadi sarana informasi penguatan jaringan.

“Saya percaya kegiatan ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan baru dan menyamakan persepsi kita semua. Semoga akan ada hasil yang lebih baik dari kegiatan yang kita lakukan,” jelas Prof. Yusran.

Dr. Risma Illa Maulany, S.Hut., M. NatresSt menjelaskan bahwa konferensi internasional ini membahas perdagangan tumbuhan dan satwa liar serta pemanfaatannya di kawasan regional Wallacea.

Selain itu, Risma menambahkan bahwa kegiatan ini pada dasarnya bertujuan untuk mengetahui riset-riset yang telah dilakukan oleh berbagai elemen, baik dari pihak pemerintah maupun akademik terkait tumbuhan dan satwa langka di kawasan Wallacea.

“Kawasan Wallacea adalah kawasan dengan suplier endemik terbanyak dalam hal perdagangan tumbuhan dan satwa liar. Kegiatan ini kita selenggarakan dengan tujuan untuk mengetahui tumbuhan dan satwa liar di sana. Dengan demikian, kita mengetahui apakah ada flora maupun fauna yang krisis jumlah atau hampir punah. Sehingga ada upaya pencegahan dan penanggulangan yang bisa dilakukan,” jelas Risma.

Pada kesempatan yang sama, dalam kegiatan konferensi juga dilakukan persentase papers dari peserta yang membahas terkait lima topik utama yakni Wildlife Hunting and Trade in Wallacea Region, Ethno Biology Studies in Wallacea Region, Conflicts, Policies and Law Enforcement on Wildlife (Plants and Animals) Utilization Occurred in Wallacea Region, Captive Breeding and Domestication of Wild Plants and Animals of Wallacea Region, General Topic: Forest and Conservation Wallacea Region.

Kegiatan yang dihadiri oleh lebih dari 300 peserta dari elemen pemerintah dan akademisi.(*)

Penulis: Ishaq Rahman (Humas Unhas)

Editor: K. Azis

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Kejutan Wagub Sulsel untuk Masyarakat Saugi Pangkep

PERSEPSI dan Fakultas Peternakan Unhas Gelar Seminar dan Kongres di Makassar