in ,

Pengamat FIKP Unhas: Segerakan IPAL Kota Makassar

Dr Rijal (ujung kiri), Dr Syafyudin Yusuf (berdiri).

MAKASSAR, PERSPEKTIFMAKASSAR.ID – Masukan untuk tata kelola lingkungan pesisir dan laut Kota Makassar kini dan nanti datang dari Faklutas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas. Dr Rijal Idrus, pengampu mata kuliah bertema manajemen pesisir dan laut, mengaku tergelitik setelah membaca kondisi pesisir dan laut Makassar.

“Sebagai kota modern, harusnya segala atribut pengelolaan lingkungan terutama pesisir dan laut sudah tersedia dan dijalankan,” katanya saat bertemu PerspektifMakassar.id di Ruang Sidang FIKP Unhas, Tamalanrea, 02/09/2019.

Dia menyatakan bahwa sejauh ini, meski telah banyak janji pengelolaan seperti pesisir dan laut namun implementasinya belumlah optimal kalau tidak bisa disebut jauh dari harapan. 

Hal tersebut jika dikaitkan bahwa ketersediaan ruang terbuka hijau sekurangnya 30% dan Instalasi Pengelolaan Air Limbah yang masih terseok, belum sepenuhnya terealisasi.

“Air yang menghitam, bau yang menyeruak dari pesisir Kota Makassar harusnya bisa ditangani dengan instalasi IPAL di outlet limbah atau air dari permukiman bahkan sungai dan kanal,” katanya.

Dia menyampaikan itu seusai mengikui Diskusi Publik ‘Peran Terumbu Karang dan Ancaman yang Dihadapi untuk Keberlanjutan Ekosistem Laut’ yang digelar oleh Ocean Defender Greenpeace dan Marine Science Diving Club (MSDC) Unhas.

Menurut Rijal, Pemkot Makassar ke depan, harus belajar dari pengalaman selama ini bahwa corak pemanfaatan pesisir dan laut di Kota Makassar masih jauh dari kalkulasi keseimbangan lingkungan termasuk rendahnya partisipasi sosial.

“Saya kira sudah lama disebutkan akan dibangun IPAL di selatan kota, di sekitar Barombong tetapi belum terealisasi. Ini perlu kesungguhan ke depan. Mengapa IPAL penting sebab tanpa itu akan berdampak pada kualitas air laut, kualitas air resapan tercemar dan akan menciptakan rasa tak aman bagi pemanfaat di pesisir dan laut,” imbuh Doktor lulusan Selandia Baru ini.

Kondisi air di muara sekitar Losari (dok: istimewa)

Sementara itu, Dr Syafyudin Yusuf, pakar ekologi laut spesialis terumbu karang FIKP Universitas Hasanuddin mengaku setuju dengan penyegeraan pembangunan IPAL kaena akan berkontribusi pada kualitas air laut kota.

Dia menegaskan bahwa kebijakan pengelolaan pesisir dan laut terutama ekosistem laut penting seperti terumbu karang harusnya semakin intensif dan diseriusi.

“Dalam pengertian, tata kelola seperti Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Laut harus diikuti dengan tertib dan konsisten. Saat ini urusan laut seperti tak lagi menjadi minat Pemerintah Kota dengan alasan jadi domain Pemprov,” kata Syafyudin.

“Harusnya tidak seperti itu sebab bagaimana pun peran Pemerintah Kota/Kabupaten masih sangat besar di urusan laut. Nelayan, warga pesisir adalah domain Pemkota, jadi kepentingan mereka juga harus dijaga,” lanjutnya.

Dr. Syafyudin Yusuf menyebutkan bahwa perhatian ke lingkungan laut Kota Makassar seharusnya tidak dilihat sebagai sekadar menimbun atau mereklamasi dan orang-orang berpesta di atas timbunan. 

“Kenapa air berbau? Buangan air warga Kota Makassar dan perusahaan atau industri terakumulasi dalam satu bidang tanpa ada saluran keluar, ke laut lepas.  Sedianya reklamasi tidak menutup konektivitas air pantai dengan arus  laut lepas yang mengikuti irama pasang surut.  Air tercemar yang kental dengan bahan organik harusnya diencerkan oleh air laut segar dari laut lepas, lalu terbawa keluar. Sehingga bau busuk tidak terjadi,” paparnya.

“Jadi, upaya  mengurangi tekanan ke laut dengan konsep reklamasi yang ramah lingkungan” jelasnya.

Keduanya sepertinya tidak ingin terjadi ‘pembiaran’ bau busuk dan air butek di sekitar  Losari dan Tanjung Bunga. Bisa jadi karena mereka tidak ingin melihat alasan baru untuk segera mereklamasi kolong laut yang butek ini. Bagaimana menurut pembaca sekalian? (*)

Penulis: K. Azis

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Lebih dekat Andi Sukma, Bawa 3 Istri ke Pelantikan

FK Unhas Gelar Penyerahan Bukti Brevet Lulusan Baru