in ,

Bulo, Urban Farming dan Pentingnya Arang Sekam

Danny Pomanto di lorong yang ditanami cabai (dok: Sindo)

PERSPEKTIFMAKASSAR.ID – Pernah dengar istilah ‘Bulo’? Badan Usaha Lorong? Itu adalah program andalan Pemkota Makassar ketika M. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto jadi Wali Kota. Tujuannya untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat lorong dimana salah satu usahanya adalah penanaman cabai.

Selama ini, Pemkot Makassar pernah mendorong upaya penanaman cabai dengan memanfaatkan ruang-ruang kosong di pelosok kota. Bukan hanya itu, telah dibentuk pula kelompok tani lorong (Poktanrong). Anggotanya masyarakat lorong yang mengalokasikan sumber daya, dana, fasilitas dan menjawab harapan kelompok: produktif dan menguntungkan.

Program ini telah berhasil menumbuhkan kesadaran di antara warga lorong untuk menjadi petani kota (urban farming). Bercocok tanam, dekat rumah, mudah diawasi, dan dapat dikonsumsi sendiri.

Ahmad Husain, aktivis pertanian yang memanfaatkan limbah pertanian untuk jadi media tanam baru menyatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kota semasa Danny Pomanto adalah ide brillian dan harusnya tetap menjadi alternatif bagi Pemkot dan warga lorong Makassar.

“Bicara soal tanaman atau kegiatan berkebun di kota, yang penting untuk diperhatikan adalah bagaimana menyiapkan media tanam. Karena minium tanah, dan tidak mungkin menggali tanah lebih dalam, maka perlu ada kompos dan arang sekam,” katanya.

“Media tanam yang baik akan menumbuhkan tanaman dengan baik, tanaman yang baik akan memberi manfaat penting bagi kita yang nantinya mengkonsumsi hasil tersebut,” tambahnya.

Dia menyarankan agar program seperti Bulo dan Poktanrong ini terus berjalan atau paling tidak tetap jadi perhatian warga agar produktif dalam memanfaatkan lahan yang ada.

“Saya rekomendasi media tanam untuk kegiatan berkebun di kota seperti Makassar adalah kombinasi antara tanah, arang sekam dan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 2:1:1. Tanah 2 bagian, arang sekam 1 bagian dan pupuk kandang 1 bagian,” paparnya.

Ahmad Husain dan produk arang sekamnya (dok: Istimewa)

Menurut Uceng, begitu sapaannya, ketiganya dicampurkan untuk mendapatkan media tanam siap pakai yang menjadi standar penanaman.

Menurutnya, tanah merupakan media tanam utama, tanah menjadi rumah bagi unsur hara dan bakteri (yang berasal dari bahan organik), fungsi tanah guna memegang akar sehingga mampu menunjang pertumbuhan tanaman.

Kondisi tanah yang gembur sangat penting untuk perkembangan akar, mendukung kehidupan bakteri baik yang bekerja menyediakan makanan bagi tanaman.

Sementara arang sekam merupakan bahan olahan dari sekam padi atau kulit padi yang telah dibakar secara parsial. Arang sekam memiliki banyak manfaat bagi tanah sebagai tempat tumbuh berbagai tanaman.

“Arang sekam meningkatkan porositas tanah, memperbaiki sirkulasi udara di dalam tanah sehingga akar bisa berkembang dengan leluasa, bakteri juga berkembang dengan baik karena lingkungan di dalam tanah yang baik,” jelasnya.

Arang sekam, lanjut Uceng, juga membantu tanah dalam mengikat air sehingga tidak cepat kering, selain itu arang sekam bekerja untuk mengikat pupuk yang diberikan melalui tanah, sehingga saat penyiraman tanaman yang berlebihan, pupuk yang berada pada media tanam tidak tercuci, tetapi tetap ada dan tersedia bagi akar tanaman untuk ‘dimakan’.

“Kalau pupuk kandang, jadi sumber unsur hara makro maupun mikro. Walaupun tidak ada standarisasi kandungan unsur hara pada pupuk kandang, tetapi diyakini membawa unsur-unsur hara utama seperti NPK,” imbuhnya.

Nah, jika Pemkot Makassar ke depan tertarik untuk menghidupkan program ini seperti menanam cabai maka yang mutlak disiapkan adalah media tanam yang gembur, subur sehat dan mampu menyerap air dengan baik sehingga tidak tergenang. Tanaman cabai tidak suka genangan air.

“Mari memanfaatkan arang sekam sebagai campuran atau kombinasi dengan tanah sangatlah penting. Arang sekam akan memperbaiki kondisi fisik, kimia dan biologi pada tanah sehingga cocok ditumbuhi tanaman,” tutupnya. (*)

Penulis: K. Azis

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Pada Laut NKRI, Jangan Baper di Muara

Konflik Dagang Amerika-China Bisa Berdampak ke Harga Telur ‘Torani’