in ,

Bakal Diluncurkan Jokowi, Indeks PK Relevan dengan Visi Kedatuan Luwu

Pertemuan dengan Sesdirjen Kebudayaan, Dra. Sri Hartini, M.Si, di Jakarta (dok: istimewa)

PERSPEKTIFMAKASSAR.ID – Dalam waktu dekat, Pemerintah akan meluncurkan Indeks Pembangunan Kebudayaan. Indeks Pembangunan Kebudayaan ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan untuk pemajuan kebudayaan di pelosok Nusantara yang memang mempunyai jejak dan potensi kebudayaan multidimensi.

Relevan dengan itu, Andi Yayath Pangerang, tokoh masyarakat dan penggiat praktik kebudayaan Luwu menyebut bahwa indeks tersebut sungguh relevan dengan apa yang menjadi agenda para pihak di jazirah Luwu, Sulawesi Selatan, terutama Universitas Andi Djemma, Palopo.

“Kebetulan juga, saya dan Rektor Unanda, Dr Marsus Suti, M.Kes berada di Jakarta sejak kemarin. Tujuan kedatangan kami untuk meminta Dirjen Kebudayaan hadir dalam Softlaunching Unanda Cultural Center nanti,” kata Andi Yayath kepada PerspektifMakassar.id, (07/09/2019).

Sesdirjan Kebudayaan
Dra. Sri Hartini, M.Si saat bertemu Andi Yayath Pangerang dan Rektor Unadan Dr Marsus Suti, M.Kes (dok: istimewa)

“Ibu SesDirjen, Dra. Sri Hartini, M.Si, kemarin menyebut bahwa Unanda Cultural Center ini sejalan sekali dengan tujuan keberadaan Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) yang akan di-launching Presiden pada 1 Oktober mendatang,” sebut Andi Yayath.

“Alhamdulillah, kita dianggap sangat maju dalam berpikir dan bertindak. Apa yang menjadi tujuan indeks tersebut sejalan dengan visi Kedatuan Luwu termasuk Unanda,” imbuhnya.

Kehadiran Andi Yayath Pangerang sekaitan dengan visi besar Kedatuan Luwu bersama Universitas Andi Djemma (Unanda) dalam meneguhkan dan mengembangkan jati diri kebudayaan yang ada di jazirah Luwu termasuk di sekitar Teluk Bone.

“Saya datang bersama Rektor Unanda sebagai bagian dari inisiatif Pembentukan Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebudayaan Luwu (P3KL) Universitas Andi Djemma, Unanda Cultural Center,” jelasnya.  

Para pembawa misi kebudayaan Kedatuan Luwu di Jakarta (dok: istimewa)

Selama di Jakarta, selain ke Kemendikbud, Andi Yayath juga akan bertemu pihak Kemenkomaritim dan Wantimpres, Henry Thomas Simarmata. Ada beberapa tema yang relavan dengan eksistensi Unanda dan isu-isu pembangunan di Teluk Bone seperti konsep Water Front City dan Budaya Maritim.

Terkait indeks tersebut, Andi Yayat menambahkan bahwa memang diperlukan tolok ukur untuk melakukan monitoring dan evaluasi. Hasilnya dapat digunakan untuk merumuskan kebijakan, strategi dan indikasi program pada tahun berikutnya.

Oleh karena itu, lanjut Yayath, IPK disusun dengan tujuan utama merumuskan parameter untuk pengukuran secara cepat kinerja pembangunan kebudayaan yang ada di tingkat nasional dan daerah.

“Terdapat 8 (delapan) pilar prioritas pembangunan kebudayaan nasional, baik itu jangka pendek, menengah, dan panjang,” lanjutnya.

“Di antara pilar-pilar tersebut adalah pelestarian hak berkebudayaan, pembangunan jati diri dan karakter bangsa, penguatan multikulturalisme, pelestarian sejarah dan warisan budaya, pengembangan industri budaya, penguatan diplomasi budaya, pengembangan SDM dan pranata kebudayaan, dan pengembangan sarana dan prasarana budaya,” tutupnya. (*)

Editor: K. Azis

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Mahasiswa Unhas Juara 2 Lomba Debat Bahasa Inggris Tingkat Asia

Alfian Dippahatang, Mahasiswa S-2 Unhas Terima Program Residensi di Prancis