in

Deputi IV Kemenko Maritim, Safri Burhanuddin: Bangun Teluk Bone, Jangan Berhenti di Riset

Jadi intinya, buat konkret saja. Jangan berhenti di kegiatan riset, apalagi kabupaten-kota yang ada, di 18 titik itu sudah memiliki sumber daya manusia mumpuni

Dr Safri 'Aplo' Burhanuddin bersama penulis (kiri) dan Dr Lukyanto (Kemenko Maritim)

PERSPEKTIFMAKASSAR.ID – Deputi IV Kemenko Maritim, Bidang Koordinasi SDM, Iptek dan Budaya Maritim, Dr Ir Safri Burhanuddin DEA angkat suara tentang eksistensi, keunggulan posisional dan tantangan di sekitar Teluk Bone, kawasan kaya potensi sumber daya di ‘selangkangan’ Pulau Sulawesi antara Sulsel dan Sultra.

Pria kelahiran Makassar 24 Juli 1961 dengan jejak riset kelautan dan aneka posisi strategis di Pemerintahan sejak 20 tahun terakhir ini adalah peraih gelar Doktor pada Universitas Brest, Prancis dalam tahun 1994.

Dia memiliki kekhususan keilmuan di bidang Geologi Laut atau Geodinamik.  Kepada PerspektifMakassar.Id, dia membagikan perspektifnya.

Dr Safri (kedua dari kiri) bersama Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan Unhas dan IPB (dok: K. Azis)

“Kajian tentang Kawasan Teluk Bone saya kira sudah cukup banyak, nah, salah satu yang mendesak dilakukan adalah segera menyusun resume bersama, oleh suatu tim pakar yang mewakili titik-titik itu, pada semua dimensi,” kata Safri yang akrab disapa Aplo ini, (9/9/2019).

Safri pernah jadi kepala Pusat Wilayah Laut dan Sumber Daya Non-Hayati di Pusat Riset Kelautan, Balitbang KKP sebelum ke Kemenpora lalu mengabdi di Kemenko Maritim hingga saat ini.

Dia dikenal sebagai periset geologi terutama laut dan mengaku beberapa kali meriset di sekitar Teluk Bone. Sebelum ke Jakarta, dia sempat mengampu beberapa mata kuliah di Teknik Geologi Unhas.

Menurut Aplo, demikian sapaannya, jika disebut riset tentang Teluk Bone sudah banyak, itu karena sejak tahun 80-an, bahkan jauh sebelumnya, kawasan ini sudah jadi perbincangan dunia, kawasan regional, para peneliti perguruan tinggi seperti Unhas. Potensi tambang, kekayaan vegetasi hutan, perkebunan hingga perikanan sungguh luar biasa.

“Kawasan Teluk Bone bisa disebut kawasan bersejarah yang menyimpan aneka dimensi, dari nilai-nilai kearifan sosial budaya hingga nilai ekonomi pada sumber daya hayati dan non-hayati. Hasil riset saya kira sudah banyak, jangan berhenti di situ,” tegasnya lagi.

Dr Safri saat bersama peserta dari Bappenas dan mantan Kadis Dikbud Sulsel, Irman Yasin Limpo pada satu acara bersama di Kota Makassar (dok: K. Azis)

Dia menyebut bahwa dengan realitas Kawasan Teluk Bone dikelilingi dan mempersatukan 18 Kabupaten-Kota, maka perlu diketahui dengan baik tentang proses pembentukan Teluk Bone, tentang karakteristik, kekuatan dan kelemahannya, hingga dinamika perubahannya.  

Menurutnya, diperlukan “Genuine Indicator of Teluk Bone”. Supaya ada pemahaman yang sama tentang bagaimana kondisi teluk yang sangat legendaris sejak dari jaman Majapahit itu. Perlu pula didorong banyak riset dari berbagai multi dimensi, untuk mendapatkan gambar genuisitasnnya.

“Inilah yang akan jadi alas dalam pembangunannya,” imbuhnya.

“Termasuk bagaimana memetakan jenis komoditi atau kegiatan ekonomi unggulan di masing-masing Kab/Kota. Tapi tidak berhenti di situ. Perlu memilih 2 sampai 3 jenis kegiatan ekonomi bersama yang saling mendukung,” ucapnya.

“Saya kira ini akan konkret dan relevan dengan kondisi, kebutuhan dan masa depan Teluk Bone,” lanjut insiator beberapa ekspedisi maritim seperti Nusantara Jaya di tahun 2015 ini.

“Jadi intinya, buat konkret saja. Jangan berhenti di kegiatan riset, apalagi kabupaten-kota yang ada, di 18 titik itu sudah memiliki sumber daya manusia mumpuni termasuk universitas dan lembaga swadaya masyarakat,” katanya.

“Untuk jangka panjang, gagasan-gagasan yang sudah dijalankan, diperoleh pelajaran atau inspirasi lalu dibawa ke penyelenggaraan event regional, nasional bahkan internasional tahunan secara berkala. Penyelenggaranya bisa bergantian. Intinya minta opini para pihak lainnya agar Teluk Bone semakin efektif pengelolaannya,” jelasnya lagi.

“Intinya, saya kira memang perlu dan mendesak untuk memperkuat Jejaring Teluk Bone ini melalui berbagai kegiatan bersama,” tegasnya.

“Perlu menunjukkan komitmen, kerja-kerja konkret kita bersama, bukan hanya Pemerintah tetapi semua kalangan, lapisan dan latar bekakang untuk menjamin keamanan, kebersihan dan lingkungan hidup yang berkelanjutan di Teluk Bone,” tutupnya. (*)

Editor: K. Azis

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Dr Sudirman Numba: WR 3 Unhas Berhasil Gairahkan Alumni Membincang Isu Kemahasiswaan

Resmi, Abdul Halim Mendaftar Bakal Cabup Konkep Melalui PDI-P