in ,

Taryana Coffee, Kopi Olahan Rumah Rasa Premium

Taryana Coffee, silakan kontak untuk pasokan kopi olahan rumah (dok: istimewa)

PERSPEKTIFMAKASSAR.ID – Namanya Taryana Nugraha. Meski satu sekolah di SMA Negeri I Makassar, Sulawesi Selatan, penulis mengenalnya lebih dekat malah sejak tamat SMA. Dekat dalam pengertian, tahu keluarga dan membaca dinamika hidupnya. Saya pernah diundang ke perumahannya di pelosok Bogor yang lapang dan asri.

Hidupnya tak mudah, aneka pekerjaan telah digelutinya. Terakhir di usaha tambang meski kemudian putar kanan ke bisnis kopi olahan sendiri.

“Saya berangkat dari keinginan untuk memiliki usaha di bidang kuliner,” katanya saat ditemui PerspektifMakassar.id, (15/09).

Menurutnya, dia memulai peruntungannya itu dengan usaha kopi bubuk rumahan. Mengapa kopi karena dia sangat suka kopi sejak lama.

“Ibarat kata, saya harus yakin dengan kesukaan minum kopi dan bisa berbagi rasa dengan penikmat kopi lainnya yang mungkin saja kesulitan dapat rasa yang spesial,” katanya berpromosi.

“Untuk itu, saya mulai tekuni dengan mencari biji kopi atau green bean ke beberapa sumber yang berkualitas bagus. Kemudian green bean yang rata-rata berjenis semi washed di-roasting memakai mesin roasting produksi hand made di daerah Citayam,” katanya.

Saat ini, usaha kopi yang sedang dirintisnya memiliki 2 jenis kopi yaitu Robusta dan Arabika.

“Untuk robusta sendiri, dipilih dengan alasan aroma khasnya yang tajam. Robusta yang tersedia dipilih dari Liwa Lampung, daerah yang dikenal memang sebagai penghasil kopi handal di tanah air,” paparnya.

Sedangkan untuk Arabika,  lanjut lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Bina Sarana Informatika Jakarta ini, sekaligus pemilik merk produk Taryana Coffee, menjelaskan bahwa saat ini memiliki 8 varian dari berbagai daerah.

Saat ditanya taste racikannya, Kang Taryana menjawab diplomatis. “Tastenya unik buat pecinta kopi mah, nggak malu-maluin rasa. Yang pasti kami hasilkan kopi utama, rasa premium-lah,” kata penikmat kopi sejak lama ini yang mengaku kalau dia mencicipi banyak kopi Nusantara.

Menurutnya, sebagai bocoran, karakteristik umum Robusta memang cenderung pahit cocok ditambahkan susu, kalau Arabika rasa unik. Kopi Gayo mendekati rasa Americano. Sidikalang, Kintamani, Toraja, Mandailing, Lintong dan jenis lain cenderung asam tapi berujung sedikit manis.

“Ada Aceh Gayo, Bali Kintamani, Sidikalang dari Medan, Toraja, Kopi Lintong, Java Preanger, Solok Selatan dan Mandailing,” jelasnya. Dia sangat terbuka jika ada kedai kopi yang butuh pasokan kopi olahannya atau order untuk konsumsi di rumah dan kantor. Dia siap melayani.

Meski relatif baru memulai, pola marketing yang diadaptasi sementara ini hanya memanfaatkan gadget melalui jalur socmed di samping menawarkan ke kolega, saudara, sahabat maupun minta dipromosikan di ajang pameran.

Ke depannya, pria pencinta kopi ini berharap dapat memiliki kafe sendiri dari usaha kopinya. Begitulah, ayo sosodara, siapa mau icip-icip kopi Kang Taryana, atau sekalian kerjasama bisnis? Tuh, ada nomor Whatsapp-nya. (*)

Penulis: K. Azis

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Gagasan Abdul Halim, Sosok Visioner untuk Pemajuan Konawe Kepulauan

Anggota DPRD Fenomenal Itu Mengincar Kursi Bupati Lutra