in

Keseruan Temu Kangen Alumni SMP 6 Makassar Angkatan 77 di Tana Doang

Para peserta temu kangen bersama Sekda Selayar, Dr. Marjani Sultan (dok: istimewa)

PERSPEKTIFMAKASSAR.ID – Pesona keindahan dan keragaman obyek wisata di Kabupaten Kepulauan Selayar telah memikat perhatian tidak kurang 25 orang alumni SMP Negeri 6 Makassar angkatan 1977.

Jika angkatan atau alumni lain memilih daerah-daerah yang sudah mapan seperti Lombok atau Bali, mereka malah memilih Selayar di selatan Sulawesi sebagai destinasi ‘temu kangen’ ke-42 tahun mereka.

Luar biasa bukan? Hal yang patut dicontoh untuk mereka yang mengaku warga Sulawesi Selatan. lahir dan besar di Makassar atau setidaknya punya kenangan dengan Makassar. Mereka memilih Selayar, bukan yang lain.

Setelah melalui penerbangan kurang lebih 40 menit dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, mereka mendarat di bandara Aroepala Selayar dengan mulus.

Berwisata ke Kampung Tua Bitombang (dok; istimewa)

Suasana luar biasa juga dirasakan oleh mereka sebab selama di Selayar, perhatian Pemerintah Daerah atau setidaknya penyediaan informasi dan sambutan sungguh istimewa.

“Mewakili teman-teman angkatan kami berterima kasih kepada Sekda Selayar, Dr Marjani Sultan yang telah menerima dengan luar biasa. Sambutannya meriah selama trip kami,” kata Achmad Habib, perwakilan alumni kepada PerspektifMakassar.id, (21/9)

Selama tiga hari efektif, alumni SMP 6 Makassar angkatan 77 benar-benar memanfaatkan momen istimewa selama berada di daerah yang dijuluki Tana Doang tersebut.

Nampak pula di antara peserta, dr. Anis Makkatutu, dokter spesialis kulit ternama di Kota Makassar yang juga alumni angkatan 77.

Melepas tukik di Kampung Penyu (dok: istimewa)

“Pada hari pertama, kami berkunjung ke Kampung Penyu lalu ke Pantai dan Resort Baloiya sebelum berakhir di Taman Pusaka,” ucap Achmad lagi.

“Di Kampung Penyu para peserta menyaksikan proses perawatan penyu dilindungi. Beberapa dari mereka juga melepas penyu sebagai tanda peduli lingkungan dan kelestarian biota tersebut,” katanya.

“Canda tawa dan keseruan terasa saat ibu-ibu melepas tukik penyu dan ditemani oleh Pak Datu, pengelola Kampung Penyu,” ujar Achmad.

Menjaga silaturahmi dan solidaritas angkatan 77 di Pantai Selayar (dok: istimewa)

Di hari pertama itu, kata Achmad, selain melepas tukik, peserta memanfaatkan waktu dengan menikmati sunset di sisi barat pulau. Kawasan seperti Baloiyya dan Taman Pusaka jadi area rekreasi.

“Di hari kedua, teman-teman memulai pagi dengan berenang, berendam tidak jauh dari pantai depan Villa Norsyah di kawasan Baloiyya,” tambah Achmad. 

Di hari itu juga para peserta temu kangen mengunjungi Kampung Tua Bitombang, menyaksikan rumah-rumah tua yang tinggi dan masih bertahan di sisi timur Kota Benteng.

“Yang luar biasa indah saat menyaksikan sunset di pantai Sunari Resort,” lanjutnya. 

Menjajal alam laut Pulau Selayar (dok: istimewa)

Di hari ketiga, lanjut Achmad, peserta dengan sukacita menggelar Senam Maumere. Ada keriuhan dan keseruan tercipta di sana.  

“Setelah itu, para peserta berkunjung ke Pasar Benteng mencari tenteng kenari, emping, terasi, ikan kering khas Selayar,” tambahnya lagi.

“Terakhir, kami ke lokasi wisata mangrove, menikmati keindahan hijaunya mangrove dan semilir angin pantai Selayar,” ucap Achmad yang juga alumni Teknik Geologi Unhas ini.

Suasana adem terasa di antara mereka sebab di acara itu. untuk mempererat solidaritas angkatan diisi dengan melaksanakan shalat berjamaah di Villa Norsyah.

Lalu, yang tak kalah menyenangkan adalah sajian kuliner khas Selayar yang luar biasa. Ada sajian lobster, kepiting, cumi, kerang, ikan.

Semoga tetap kompak sebagai alumni SMP 6 angkatan 77, Achmad Habib (ujung kanan)

“Selayar sungguh sangat indah untuk wisatawan, pas untuk wisatawan asing hanya saja memang perlu dioptimalkan di utility, perlu polesan lagi agar bisa optimal layaknya daerah wisata,” kata Jumanai Daud Nompo, alumni SMP 6 angkatan 77 dari dari Gorontalo.

Sementara Asrul Basri, alumni yang berdomisili di Ambon menyatakan bahwa spot wisata pantai dan laut Selayar sangat berpotensi untuk dikembangkan ke depan.

“Perlu lebih banyak memperkenalkan Selayar ke dunia luar, segenap pihak terutama Pemerintah Daerah dan pemangku kepentingan agar lebih membuka diri, terutama menarik perhatian investor mancanegara,” saran Asrul. (*)

Editor: K. Azis

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Pelantikan dan Rapat Kerja IKATEK Unhas Periode 2019-2023 Digelar di Ancol

Pimpinan GPM dan Prodi se-Unhas Gelar FGD Penjaminan Mutu