in

Wahyuddin Kessa, dari Anggota DPRD ke Team Leader IFAD

Wahyuddin Kessa (kiri, baju putih) bersama anggota tim READ. (dok: Muhammad Fuad)

PERSPEKTIFMAKASSAR.ID – Wahyuddin Kessa, mantan aktivis LSM yang baru saja menyelesaikan masa jabatannya sebagai anggota DPRD di Sulawesi Selatan seperti tak bisa berpisah lama dari program pemberdayaan masyarakat dan ranah desa.

Pria yang pernah mengabdi sebagai koordinator provinsi untuk Program PNPM Perdesaan di Gorontalo lalu jadi konsultan yang berpos di Kementerian Desa sebelum jadi anggota DPRD ini disebut telah didapuk sebagai team leader untuk satu proyek yang didanai oleh The International Funds for Agricultural Development atau IFAD.

Dia membenarkan bahwa dia memang sedang bergabung proyek Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-Up Initiative (READ-SI).

“Proyek ini merupakan inisiasi perluasan Proyek Rural Empowerment and Agricultural Development (READ) yang dilaksanakan pada 2008 sampai dengan 2014 lalu di 5 Kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah,” katanya kepada PerspektifMakassar.id, (01/10).

Menurutnya, proyek ini dinilai sebagai proyek yang berhasil oleh Bappenas. “Proyek READ yang rancangannya diperbaiki pada pertengahan pelaksanaan proyek dianggap telah berhasil memberdayakan petani kecil,” imbuhnya.

“Selain itu, juga disebut telah meningkatkan pendapatan dan produksi serta memperkuat kelembagaan di desa melalui satu paket lengkap program pemberdayaan yang terintergrasi,” jelasnya lagi.

“Salah satu outcome penting adalah berjalannya kemitraan dengan lembaga swasta yaitu PT MARS yang memberikan dukungan dalam inovasi teknologi untuk tanaman kakao,” katanya lagi.

Berdasarkan project information sheet, disebutkan bahwa proyek ini merupakan kerjasama antara Kementerian Pertanian dan IFAD serta Pemerintah Daerah di lokasi terpilih.

Ini kembali berjalan setelah berproses sejak 31 Agustus 2017 dimana IFAD telah menyetujui untuk menyediakan dana pinjaman sebanyak USD 33,8 juta. Tujuannya untuk mendanai program replikasi READ selama 5 (lima) tahun yaitu dari tahun 2018 sampai dengan 2022.

Lalu apa saja yang menjadi cakupan pekerjaan dan tanggung jawab Wahyuddin?

“Substansinya pada bagaimana mengubah paradigma ‘proyek’ yang berdiri sendiri (stand alone) menjadi paradigma program yang lebih luas dan inklusif dengan tujuan untuk menarik investasi swasta dan masyarakat dalam kegiatan proyek,” jelasnya.

“Dengan kata lain, kita akan bekerja untuk sebuah program pemberdayaan masyarakat secara nasional. Ini akan mengkombinasikan hasil uji coba dan perbaikan pendekatan Proyek READ yang dilaksanakan dalam kondisi geografis yang berbeda. Ada pengelolaan pengetahuan yang kuat, berdasarkan kerangka kerja kebijakan dengan mengacu pada bukti nyata, dan penguatan kapasitas kelembagaan. Kurang lebih begitu,” paparnya.

“Tujuan Program Tujuan jangka panjang (Goal) Program READ-SI adalah meningkatkan kesejahteraan keluarga tani miskin di Indonesia. Untk jangka pendek Proyek READ-SI adalah memberdayakan rumah tangga di pedesaan di Sulawesi, Kalimantan Barat dan NTT, baik secara individu maupun secara kelompok,” tambahnya.

Menurut Wahyu, baginya, ini merupakan tantangan sebab selama ini meski isu yang dihadapi relatif sama dengan proyek-proyek yang ditangani sebelumnya namun dia harus mengembangkan pengetahuan dan keterampilan baru, menawarkan kebaruan, inovasi dan gagasan-gagasan yang operasional. Baik pada program management maupun networking terkait visi misi program terutaman dengan Pemda dan dunia usaha.

“Tantangannya pasti berbeda, kita harus membangun rasa percaya diri tim proyek, masyarakat target dan pemanfaatan sumberdaya untuk meningkatkan pendapatan dari sektor pertanian dan non-pertanian. Yang pada akhirnya dapat meningkatkan taraf hidupnya secara berkelanjutan,” tutup Wahyuddin. (*)

Penulis: K. Azis

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

47 Tahun Hubungan Wayne A Bougas dan Keluarga Karaeng Salle

Catatan dari Pertemuan Optimalisasi Kinerja OPD Sulsel