in

Menyelam di Atol Terbesar Asia Tenggara? Ada Tawaran 5D4N di Sela Festival Taka Bonerate 2019

PERSPEKTIFMAKASSAR.ID – Siapa tak kenal Selayar, kabupaten kepulauan berpesona keindahan pesisir, laut dan pulau-pulau nan aduhai. Pulau yang membentang dari tepian Pamatata, tempat dimana fery setiap hari membawa tetamu hingga ujung Pulau Madu, pulau dengan vibre yang menantang dijelajah.

Nah, di antara itu, terdapat kawasan Taman Nasional Taka Bonerate seluas 220 ribu hektar. Persis di jantung Laut Flores.

Taka Bonerate mempunyai gugus pulau hingga 21 buah dan terdapat 8 pulau berpenghuni oleh komunitas Bugis, Bajo, Selayar-Makassar hingga Buton.

Taman Nasional Taka Bonerate merupakan atol ketiga terbesar dunia dan ditetapkan sebagai daerah konservasi sejak tahun 1992.

Selama 27 tahun, beragam kemajuan telah ditunjukkan di spot ini. Proteksi terumbu karang, pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi berjalan beriringan.

Hasilnya, sebagai misal, di Pulau Tinabo, setiap hari kita bisa menyaksikan gerombolan hiu bermain di tepi pantai. Tahun 90-an hingga awal 2000-an mana pernah ikan-ikan mendekat ke tepian. Kenapa? Karena takut dibom.

Tak hanya itu, terumbu karang kian sehat dan padat, wahana bagi siapapun untuk menikmati dan mengambil inspirasi bahwa harmoni antara manusia dan alam bisa terwujud di kepulauan yang dulunya disebut Kepulauan Macan yang terletak di tenggara pulau utama Selayar ini.

Taka Bonerate dapat ditempuh selama 3 hingga 4 jam perjalanan dari Pantai Timur Selayar atau bahkan lebih cepat tergantung moda transportasi yang dipilih, sewa speedboat atau perahu kayu.

Karena ragam keindahan itu pulau Pemerintah Kabupaten Selayar atas dukungan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pariwisata selama 10 tahun terakhir terus menggelar kegiatan promosi Taka Bonerate, salah satunya dengan menggelar Festival Taka Bonerate.

Tahun ini akan dilaksanan pada 24 hingga 28 Oktober 2019. Aneka sajian wisata telah disiapkan. mulai lomba permainan rakyat hingga lomba memanncing.

Tawaran paket menyelam 5D4N

Nah, ke Taka Bonerate tanpa menyelam rasanya seperti ‘coto tanpa jeruk nipis’, seperti ‘gadget tanpa koneksi data’, tak lengkap, tak seru.

Oleh karena itu, di antara waktu yang tersedia, jika anda penikmat wisata selam atau tertarik untuk ‘jalan spesial’ silakan ikut paket wisata yang pastinya akan membuat kunjungan anda istimewa dan tak bakalan merugi.

“Silakan kontak kami, ada Paket tur 5 hari 4 malam yang telah disiapkan,” kata Evi Yulyvia, penyelam dari Kota Benteng Selayar yang telah mempunyai jam selam ratusan di Taka Bonerate kepada PerspektifMakassar.id.

Menurut Evi, dia dan beberapa teman dari Sileya Scuba Diversserta penyelam berpengalaman di Taka Bonerate siap menjadi buddy jika ingin menyelam khusus melalui paket ini.

“Kami menyebutnya paket ‘Underwater Exhibition’ berbiaya minimalis, biaya ‘dive gears’ saja, dengan pilihan 4 kali dive. Budget? Ini harga minimalis dengan layanan maksimal, cukup Rp1,250 juta saja,” sebut Evi.

Keindahan Pulau Tinabo (dok: JJS Makassar)

“Pilihan utama bisa menyelam di sekitar Pulau Tinabo hingga ke Bungin Tinabo, setelah itu silakan pilih di spot mana, kita bicarakan,” janji Evi yang mengaku dapat dihubungi di nomor WA/call 0811-4200097 atau 081355092009.

Tetapi jika merasa belum lengkap dengan hanya menjelajah ruang laut dan mau ke berwisata darat, Evi juga punya tawaran.

“Jika anda tertarik untuk land tour, atau pesiar di darat menyusuri aneka ragam spot wisata seperti Gong Nekara, Museum Tanadoang, Hutan Mangrove Matalalang, Pantai Sunari, Pulau Latondu, Pulau Tinabo, Pulau Bunging Tinabo boleh juga,” jelasnya,

“Hanya perlu merogoh Rp850 ribu/pax untuk transportasi dan biaya minimalis lainnya. Sila hubungi Izhar di nomor WA/call 081241880158 untuk info detainya. Yuk!” tutup Evi. (*)

Penulis: K. Azis

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Catatan dari Pertemuan Optimalisasi Kinerja OPD Sulsel

Reformasi Birokrasi di Daerah, Mengapa Tidak Mudah?