in

IKA Smansa Makassar Berduka, Guru Olahraga Inspiratif Alimuddin Ahmad Berpulang

Pak Alimuddin Ahmad sangat disiplin, disiplin waktu maupun disiplin dalam membina siswanya. Hasmunir Hasib (Smansa 92)

Allmuddin Ahmad, mantan Guru SMA I Makassar, SMP 5 dan 6 (dok: istimewa)

PERSPEKTIFMAKASSAR.ID – Hari ini, Ahad 6 Oktober 2019, grup-grup Whatsapp alumni SMA Negeri I Makassar serta Facebook ramai memberitakan berpulangnya sosok mantan guru mereka, Drs H. Alimuddin Ahmad, M.Pd.

Bukan hanya bagi alumni Smansa Makassar, almarhum adalah juga Kepala Sekolah di SMP 6 dan SMP 5 Makassar sehingga menyisakan duka bagi ribuan mantan siswanya.

Berita berpulangnya sosok Alimuddin membuat anggota grup IKA Smansa dan grup WA angkatan terbaca ramai menyampaikan belasungkawa. Almarhum dan keluarga disebut berdomisili di Jalan Cendrawasih 1V. No.23/43, persis depan Stadion Mattoanging.

Menurut Sekretaris IKA Smansa Makassar, Dr Anas Iswanto Makkatutu, almarhum adalah guru di SMP 6 Makassar, masa ketika Anas bersekolah di SMP di Jalan Ahmad Yani Makassar ini.

“Setahu saya, guru di SMP 6, guru waktu saya di sana hingga tahun 79. Kemudian jadi kepala sekolah di sekolah yang sama. Setelah itu pindah ke SMA 1 jadi guru olah raga,” sebut Anas.

“Bukan hanya di SMP 6 dan SMA I Makassar, almarhum pernah pula sebagai Kepala SMP V Makassar,” lanjut sumber yang lain di grup IKA Smansa Makassar.

“Saya di SMP 6 tahun 1991 masih diajar oleh beliau,” kata Muhammad Nur, alumni Smansa Makassar di grup IKA Smansa Makassar.

“Atas nama keluarga besar IKA Smansa Makassar, kami menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya Bapak Alimuddin Ahmad. Beliau sosok inspiratif dan telah memotivasi banyak siswa Smansa untuk berprestasi dan menjaga nama baik sekolah,” ucap Anas.

Dr Ida Nurhaida dan M. Taswin Munier, keduaya alumni Smansa Makassar angkatan 89 membenarkan bahwa di tahun 80-an akhir, Alimuddin telah mengajar di Smansa Makassar.

“Almarhum Bapak Alimuddin juga sempat ngajar,” jelas Ida yang juga akademisi di Jakarta ini. Sementara Taswin menyebut bahwa jika tak keliru, tahun 1987, Alimuddin sudah ada di Smansa.

“Ketika Pak Usman pindah ke Dinas P dan K provinsi, pak Alimuddin masuk,” sebut Taswin yang juga berdomisili di Jakarta melalui Whatsapp IKA Smansa 89.

“Beliau sosok guru yang sangat mengayomi, senantiasa tersenyum, dan kalau bicara sangat kebapakan. Selama berinteraksi dengan beliau belum pernah saya melihat beliau marah,” kata Hasmunir Hasib.

“Almarhum pernah mengajar di kelas saya sewaktu kelas 2 Smansa. Kalau tidak salah selama 1 semester di SMP 6 Makassar,” kata alumni Smansa angkatan 92 ini.

Menurut Hasmunir, Alimuddin sangat disiplin, disiplin waktu maupun disiplin dalam membina siswanya.

“Pak Alimuddin tidak pernah membeda-bedakan antara anak didik yang satu dengan yang lainnya. Kedisplinan beliau mungkin ditularkan dari profesi beliau yang juga – mudah-mudahan saya ndak keliru – sebagai pelatih Polo Air Sulsel,” imbuh Hasmunir.

Guru Alimuddin sepertinya tak pernah lepas dari dunia pendidikan, setelah pensiun dia didapuk sebagai ketua guru-guru purnabakti SMA 1 Makassar. Dengan pilihan seperti itu, sosok Alimuddin memberi kesan mendalam dan bisa jadi memberi banyak inspirasi bagi banyak sahabat dan siswanya.

Selamat jalan guru kami, guru inspiratif, semoga husnul khatimah. (*)

Penulis: K. Azis

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Merawat Tradisi dan Kebudayaan Lokal, Inisiatif Kertas Pena dan Diknas Takalar

Festival Taka Bonerate 2019: Mampirlah di Pulau Rajuni Kecil