in

Diasuh Unhas, Akreditasi 13 PT dan 20 Prodi Meningkat

Para pserta pertemuan (dok: Humas Unhas)

PERSPEKTIFMAKASSAR.ID – Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti melalui Direktorat Penjaminan Mutu menyelenggarakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Asuh menuju Prodi Unggul tahun 2019. Kegiatan berlangsung di Ruang A Kantor LPMPP Unhas ini, Rabu, (9/10).

Turut hadir Kepala Subdirektorat Penguatan Mutu Dirjen Belmawa, Dr. Masluhin Hajaz, ST, MM, Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan Unhas, Ir. Rusnadi Padjung, M.Sc, Ph.D, pimpinan Yayasan Tanratu Pattana Bali dan Rektor Universitas Tomakaka Mamuju, Pimpinan Yayasan Avicenna dan Rektor Institut Pendidikan dan Teknologi Kesehatan Kendari.

Pada program ini, Unhas berperan sebagai Perguruan Tinggi Pengasuh terhadap Universitas Tomakaka, Mamuju, dan Institut Pendidikan dan Teknologi Kesehatan Avicenna, Kendari. Program Asuh menuju Prodi Unggul sendiri merupakan program tahunan Kemenristekdikti.

Pada program ini, PT Unggul yang ditunjuk melaksanakan pendampingan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) kepada Perguruan Tinggi lain (PTS) yang terakreditasi peringkat C dan berada di daerah 3T.  

Salah satu persyaratan bagi PT pengasuh untuk bisa melakukan pendampingan adalah akreditasi institusi berstatus “A”.  Proses pendampingan berlangsung selama satu tahun.

Sekretaris LPMPP, Ir. Rusnadi menyatakan bahwa Unhas termasuk salah satu PTN yang memenangkan hibah Kemenristekdikti dari 90 PTN se-Indonesia yang telah mengajukan proposal.

Menurutnya, sejak awal pelaksanaan program, Unhas telah mengasuh 13 PTS di daerah 3T. Tahun 2017, Unhas mengasuh 2 PTS di Palopo dan tahun lalu mengasuh 3 PTS di Polman dan 6 di Wamena.

“Salah satu pencapaian yang membanggakan kami sebagai PT Pengasuh adalah meningkatnya akreditasi institusi Universitas Syariah Mandar (Unasman) dari C menjadi B. Hal ini tentunya didukung dengan seluruh elemen di PT asuhan yang memang ingin berkembang secara maksimal,” jelas Rusnadi.

Lebih lanjut lagi, Rusnadi menjelaskan bahwa selama mengasuh 13 PTS di tiga tahun belakangan ini, sebanyak 20 prodi telah meningkat akreditasinya. Beliau juga menyinggung implementasi mutu di PT asuhan.

“Pendampingan ini dilakukan selama setahun dan menitikberatkan bagaimana mengimplementasikan budaya mutu pada perguruan tinggi yang diasuh. Akreditasi itu kan untuk menentukan apakah sebuah perguruan tinggi bermutu atau tidak. Jadi penerapan sistem penjaminan mutu internal memang menjadi hal mendasar saat melakukan pendampingan,” kata Rusnadi.

Kepala Subdit Penjaminan Mutu Dirjen Belmawa, Dr. Masluhin dalam sambutannya menjelaskan pentingnya penjaminan mutu bagi universitas yang baru didirikan.

“Program asuhan ini sangat penting mengingat perguruan tinggi baru bisa belajar langsung dari PT yang telah berdiri sejak lama yang memiliki kualitas dan mutu yang unggul,” ucap Masluhin.

“Salah satunya adalah data yang selalu available dan bisa menjadi pegangan dalam proses pengambilan keputusan. Bagaimanapun juga, apabila sebuah perguruan tinggi memiliki mutu yang bagus akan menjadi investasi bagi perguruan tingginya di masa yang akan datang,” jelas Masluhin.

Monev yang telah dilakukan sebanyak tiga kali ini menghasilkan rekomendasi-rekomendasi seperti penyusunan rencana kerja tahunan terkait pelaksanaan kegiatan SPMI, pengembangan instrumen Audit Mutu Internal (AMI), dan pelaksanaan AMI secara periodik, peningkatan mutu SDM, pengalokasian dana untuk pelaksanaan kegiatan SPMI. Rekomendasi-rekomendasi inilah yang akan dikerjakan oleh PT Asuhan.

“Kami berharap, pimpinan PT asuhan Unhas ini bisa segera menerapkan rekomendasi-rekomendasi yang telah diberikan. Manfaatkan dan berdayakanlah seluruh aspek yang ada di perguruan tinggi masing-masing, mulai dari pimpinan tertinggi bahkan mahasiswa juga bisa dilibatkan dalam penjaminan mutu,” tutup Masluhin.(*)

Penulis: Ishaq Rahman (Humas Unhas)

Editor: K. Azis

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Wabup Lutim: Usulan PKPM Harus Sesuai Persyaratan PT Vale Indonesia

Profesor Asal Jepang Kenalkan Bahasa Program Komputer untuk ‘Internet of Things’