in

Reuni Spektakuler IKA Smansa 89 Makassar di Pantai Jimbaran Bali

“Spektakuler bos, ini luar biasa. Menghadirkan 140-an orang alumni itu tak mudah. Lagi pula ini di Bali. Saya salut.” Minhajul Abidin, alumni Jurusan Fisika.

Para peserta reuni 30 tahun Smansa 89 Makassar berkumpul di Jimbaran, Bali (dok: istimewa)

BALI, PERSPEKTIFMAKASSAR.ID – “Luar biasa kawan-kawan mempersiapkan Reuni 30 Tahun ini. Saya salut, bangga sebagai alumni Smansa Makassar angkatan 89,” ucap Minhajul Abidin, kepada PerspektifMakassar.ID saat ditemui di Restoran Budesa, Kuta, Denpasar, Bali, (02/11).

Penilaian sosok yang kerap disapa Ajul ini sesuai dengan apa yang dilihat, dirasakan dan dialaminya sebagai salah satu peserta Reuni Smansa Makassar angkatan 89 yang ke-30 sejak dia hadir pada tanggal 1 Oktober hingga 3 November 2019.

Panitia reuni ke-30 Smansa 89 Makassaryang diketuai oleh Agustinus ‘Tappe’ Hutabarat, yang juga alumni Teknik Mesin Unhas ini memang telah mempersiapkan serangkaian acara unik, spektakuler dan pantas dikenang.

“Perjalanan jauh dari Sumatera via Kualalumpur impas dengan acara yang sukses dan bersua teman-teman SMA. Ada yang memang sudah 30 tahun tak pernah bersua,” kata Ajul.

Formasi 89 di Pantai Jimbaran (dok:istimewa)
Smansa 89 Makassar tetap kompak untuk jadi yang terdepan dari Smansa Makassar (dok: istimewa)

Setelah malam pembukaan pada 1 November 2019 di Hoyel Kyriad, Seminyak, yang disertai pembacaan doa, hiburan musik dan tembang memukau, aneka games, menyanyikan lagu Indonesia Raya hingga saling coret baju putih pertanda kembalinya kenangan ke masa SMA di antara tahun 1986-1989, mereka mengisi acara hari kedua yang juga tak kalah spektakuler.

Bertempat di Pantai Jimbaran, mereka menggelar Senam Maumere, bersih pantai, kreasi formasi SOSBOFI dan direkam drone di udara Jimbaran hingga sharing session tentang semangat entrepreneurship, penyuluhan kampanye penyadaran dan deteksi dini kanker payudara serta cooking class bersama chef favorit.

Para peserta sharing entrepreneurship (dok: istimewa)
Jelang sharing penyadaran risiko kanker payudara dari Pink Rivvon, ketua panitia memberi sambutan. (dok: istimewa)
Bersukacita di sharing ‘cooking class’ (dok: istimewa)

Untuk sesi entrepreneurship, sebagai narasumber adalah Hermirad Lisapaly, alumni Kelas Fisika yang berbagi kisah, pengalaman dan inspirasi tentang proses kreatif entrepreneuship di bidang pertembangan hingga kuliner.

Lalu ada dr Manik, Sp.BI(K) Onk dari Yayasan Pink Ribbon Bali yang memaparkan bahaya kanker payudara dan perlunya deteksi dini. Pada ruangan lain, ada chef Sandy Surbekti yang berbagi tips tentang teknik memasak masakan Bali dari Kyriad Hotel Seminyak.

Para peserta kelas Fisika (dok: istimewa)
Para peserta kelas Biologi (dok: istimewa)
Para peserta kelas Sosial (dok: istimewa)

Spektakuler di Jimbaran

“Spektakuler bos, ini luar biasa. Menghadirkan 140-an orang alumni itu tak mudah. Lagi pula ini di Bali. Saya salut,” tambah Ajul
yang juga praktisi CSR dari salah satu perusahaan tambang emas di Sumatera Utara terkait penampilan peserta reuni yang membentuk formasi angka 89, tahun kelulusan mereka di Smansa Makassar.

Formasi dimaksud memang luar biasa dan tidak mudah. Di cuaca Bali nan terik meski waktu masih menunjuk pukul 09.00 Wita, para peserta mengikuti arahan panitia untuk membentuk formasi angka 89 sementar di udara telah sedia drone yang mengabadikan momen unik tersebut.

Berbekal syal merah, hijau dan kuning, mereka membentuk beberapa variasi gerakan dan formasi.

Mereka juga menyempatkan melaksanakan aksi bersih pantai dengan mengambil sampah-sampah plastik seperti sedotan plastik dan aneka barang plastik yang tertimbun di pasir.

Menyusuri Pantai Jimbaran untuk Aksi Bersih Pantai (dok: istimewa)
Bersama melaksanakan Senam Maumere (dok: istimewa)

Secara umum suasana Pantai Jimbaran memang terlihat bersih namun masih saja ada terselip benda-benda plastik di antara pasir. Ini pertanda bahwa plastik sangat sulit untuk terurai. Jika ke laut, akan merugikan biota di dalamnya.

Yang berbahagia di Reuni 30 Smansa 89 Makassar (dok: istimewa)

“Saya kira ke depan, bukan hanya kita, pihak-pihak lain terutama kelompok masyarakat umum harus intens melakukan kegiatan bersih pantai. Harus bersama mencegah sampah plastik untuk tidak dibuang ke laut,” kata Muhammad Husni HS, alumni Biologi yang kini bekerja untuk Bank Permata. Dia ikut membawa kantung untuk mengambil sesampahan di pantai.  

Keriuhan terlihat saat para peserta menggelar senam Maumere, dan dilanjutkan dengan photo session lalu diakhiri dengan makan siang bersama. (*)

Penulis: K. Azis

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

‘Pecah Rekor’ Reuni Smansa 89 Makassar di Bali

Yayasan Maros Andalkan Bawang Merah Non Pestisida