in

Sasar Investor, ‘Pinrang Investment Forum 2019’ Digelar di Ibu Kota Negara

Bupati Pinrang, H. A. Irwan Hamid, S. Sos bersama jajarannya dan piagam penghargaan terkait inovasi daerahnya (dok: istimewa)

JAKARTA, PERSPEKTIFMAKASSAR.ID – Kabupaten Pinrang memiliki beragam potensi sumber daya alam. Tak hanya alam nan kaya dan multiguna, sumber daya manusianya pun tergolong terampil. Hal tersebut menjadi daya tarik wilayah, sekaligus ruang kondusif untuk berinvestasi untuk terus menerus dipromosikan, dimanfaatkan, untuk kesejahteraan bersama.

Saat ini, kondisi ekonomi Pinrang pun amat stabil sehingga bisa menjadi pilar pertumbuhan ekonomi regional dan nasional di masa yang akan datang. Kebijakan ekonomi Pemerintah Pusat yang sinkron dengan kebijakan Pemerintah Daerah seperti Pinrang diharapkan akan dapat menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif.

Untuk menarik investasi, berbagai upaya pun dilakukan oleh Pemerintah Pinrang, di antaranya dengan menggelar event nasional sebagaimana akan dilaksanakannya Forum Investasi bertajuk Pinrang Investment Forum (PIF) 2019 di Jakarta.

Tema PIF

Forum ini mengusung tema Come Invest in Pinrang atau Collaborative Development Through Investment in Pinrang yang bertujuan memberikan berbagai informasi strategis kepada para investor, baik lokal maupun asing mengenai peluang-peluang investasi yang dapat dilakukan di Pinrang.

Apa yang diharapkan?

Forum tersebut diharapkan dapat dihadiri oleh tidak kurang dari 100 investor lokal dan asing. Sejumlah pihak perwakilan Kementerian/Lembaga pun akan hadir, mulai dari BKPM RI, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI hingga instansi Provinsi Sulawesi Selatan.

Bagi Pemerintah Kabupaten Pinrang, event promosi amat penting dilakukan untuk menebarkan informasi positif kepada calon investor agar mau menanamkan modalnya di Pinrang.

Meski demikian, yang tak kalah penting untuk terus dilakukan adalah membenahi iklim investasi agar semakin kondusif, menyelaraskan regulasi daerah yang masih tumpang tindih, serta meningkatkan kualitas tenaga kerja yang dibutuhkan industri.

Apa kemudahan yang diberikan?

Selain itu, pemberian insentif juga sangat dibutuhkan untuk menarik minat investasi. Pinrang harus bersaing memperebutkan investasi dengan daerah-daerah lain yang juga melakukan langkah yang sama dalam pemberian insentif.

Banyaknya insentif yang diberikan akan menentukan keputusan investor menanamkan modalnya. Insentif yang diberikan Pemerintah Kabupaten Pinrang sejauh ini dinilai “cukup nendang” melalui Inovasi PAKSI atau Paket Kebijakan Investasi.

Ke depan, Pinrang akan lebih agresif dalam melakukan fasilitasi dan memberikan insentif kepada investor, khususnya penanaman modal asing (PMA), dari Asia Tenggara, Asia Timur Jauh, Erop hingga Amerika Serikat dan Kanada.

Landasan tindak

Hingga saat ini, memang disadari masih banyak persoalan yang menyebabkan investasi belum bergerak cepat sesuai harapan dalam perencanaan. Inilah yang perlu dientaskan sekaligus membuktikan kepada investor bagi ada ‘political will’ dari Pemerintah Daerah untuk menciptakan kondisi ideal (enabling condition) bagi investasi itu.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pinrang mencatat, realisasi investasi 2018 mencapai Rp. 2.858.049.275.087 triliun atau tumbuh 10,1% dibandingkan 2017.

Pemerintah Pinrang terus berusaha untuk mengundang investasi dengan menjaga iklim investasi melalui beberapa program yang dikembangkan oleh DPMPTSP.

Salah satunya, penerapan inovasi SIAP BOSS dan Rajin yang akan memberikan kemudahan berusaha bagi pelaku usaha termasuk bagi UMKM yang tumbuh di pedesaan.

Apa harapan ke depan?

Melalui PIF 2019 ini diharapkan terjadi peningkatan investasi di Kabupaten Pinrang, kabupaten di utara Sulawesi Selatan dan berbatasan dengan Sulawesi Barat, yang menjadi mesin penggerak (prime mover) pertumbuhan ekonomi daerah tahun ini, selain konsumsi rumah tangga dan produksi.

Dengan peningkatan investasi langsung yang masuk akan memberi efek pengganda (multiplier effect) bagi semua sektor industri dan jasa, termasuk menambah lapangan kerja.

Oleh karena itu, Kabupaten Pinrang terus melakukan upaya peningkatan investasi dengan target jangka panjang adalah menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan.

Apa tujuan utamanya?

Penyelenggaraan Pinrang Investment Forum 2019 adalah sebuah inisiatif mengeksplorasi dan  memahami segmen pasar, memilih sasaran pasar (target market), dan menetapkan positioning pemerintah daerah yang akan dibentuk di benak investor.

Tujuannya adalah menyebarluaskan ragam potensi di Kabupaten Pinrang yang akan menjadi subyek usaha, serta memberikan gambaran kebijakan dan program yang akan meningkatkan iklim investasi dan mempercepat investasi di Kab. Pinrang.

Kapan PIF 2019 dilaksanakan?

Pinrang Investment Forum (PIF) 2019 akan dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 7 November 2019 di Red Top Hotel and Convention Center – Jakarta Pusat.

Pihak-pihak yang diundang untuk menghadiri Pinrang Investment Forum (PIF) 2019 sejumlah 100 orang yang meliputi unsur Kementerian/Lembaga, Instansi Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan/Kabupaten Pinrang, dan pelaku usaha baik dalam negeri maupun asing.

Siapa saja yang diundang?

Beberapa di antaranya adalah Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Direktur Jasa Kelautan Ditjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Tidak ketinggalan, Direktur Fasilitasi Promosi Daerah Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPP-KKSS), Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Pinrang (BPP-KKP), Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Wilayah Sulawesi Selatan., Ketua Umum Pengurus Pusat Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Wilayah Sulawesi Selatan.

Undangan lainnya adalah Ketua Umum Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Wilayah Sulawesi Selatan, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Selatan.

Termasuk di dalamnya adalah para Kepala Dinas OPD Kab. Pinrang yang terkait, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha KAHMI (BPP-HIPKA) serta Ketua Umum Gabungan Perusahaan Pemukiman, Perumahan, Kawasan Industri dan Pariwisata (GAPERKIP).

Lalu diundang pula Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Ketua Umum Gabungan Pengusaha Bahari Indonesia (Gahawisri), Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Kuliner Indonesia (APKULINDO), Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (GAPMMI).

Undang berikutnya adalah Presiden Direktur PT. Jababeka Tbk, Presiden Direktur PT. Ciputra Development Tbk, Direktur Utama PT. Dian Cipta Pharmindo, Direktur Utama PT. Dian Cipta Perkasa, Presiden Direktur PT. Indonesia Woying Technology.

Panitia juga mengundang Presiden Direktur Foshan Heying, Co. Ltd, CEO Synergy Colsulting, Infrastructure and Financial Advisory, Direktur Utama INFOFISH

Direktur Utama WORDLFISH, Direktur Utama PT. Panca Bahari Sejahtera, Ketua Umum Asosiasi Petani dan Pengelola Rumput Laut Indonesia (ASPPERLI), Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pakan Udang Indonesia (APPUI), Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pembenihan Udang (APPU).

Tak luput, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Perikanan Indonesia (GAPPINDO). Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT). Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan (AP5I)

Apa hasil spesifik yang ingin dicapai?

Lalu apa hasil yang ingin dicapai dari kegiatan ini?  Harapannya adalah setelah penyelenggaraan Pinrang Investment Forum (PIF) 2019 diharapkan tercapai hasil seperti terdistribusinya informasi mengenai ragam potensi yang menjadi akan basis pelaksanaan kegiatan investasi di Pinrang.

Lalu yang kedua adalah terbangunnya persepsi positif dari investor mengenai positioning Pemerintah Kab. Pinrang dalam kerangka percepatan investasi daerah.

Yang ketiga, terbangunnya minat dari investor, baik dalam negeri maupun asing untuk melakukan kegiatan investasi di Kab. Pinrang; dan keempat, terbangunnya komunikasi antara investor dengan Pemerintah Kab. Pinrang sebagai tindak lanjut pelaksanaan investasi daerah.

Apa yang bisa dilakukan ke depan terutama mengantisipasi hasil PIF 2019 ini adalah DPMPTSP Kab. Pinrang membuat direktori investor yang akan menjadi peserta/anggota defenitif Pinrang Investment Forum.

Lalu, DPMPTSP Kab. Pinrang menyiapkan bahan prospektus untuk memberikan data dan informasi yang diperlukan bagi investor dalam rangka investasi, sementara Tim Percepatan Investasi Daerah Kab. Pinrang melakukan koordinasi intensif dengan investor yang berminat melaksanakan investasi di Kab. Pinrang.

Terakhir yang juga tidak kalah penting adalah DPMPTSP Pinrang bersama-sama dengan BKPM dan DPMPTSP Provinsi Sulawesi Selatan mengembangkan strategi promosi investasi yang efektif, baik di dalam negeri (tingkat lokal, regional dan nasional) maupun internasional. (*)

Penulis: K. Azis

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Reuni dan Cerita Diaspora Alumni Smansa 89 Makassar

Reuni Usai, Pantang Pulang Sebelum ke Penglipuran