in

Reuni Usai, Pantang Pulang Sebelum ke Penglipuran

Menikmati keindahan khas Desa Penglipuran Bali (dok istimewa)

BALI – Antara 1 hingga 3 November 2019, tidak kurang 130 alumni SMA Negeri I Makassar angkatan 1989 bereuni di Bali. Mereka menuntaskan rindu, melepas canda tawa dan mengisi kebersamaan mereka dengan semangat ‘together in love’. Tanggal 3 November 2019 sebagian besar peserta telah kembali ke rumah masing-masih.

Nah, ternyata ada 11 orang yang masih melanjutkan kebersamaan langka tersebut. Mereka menyeberang ke tanggal 4 untuk mereguk keindahan dan daya tarik Bali, tepatnya, di pelosok Klungkung.

“Kami ke Klungkung, menikmati Bali dari sudut lain. Maksudnya, bukan seputaran Kuta saja yang menurut kami terlalu hiruk pikuk, Bali dengan paras lain sungguh masih beragam,” sebut Reini L. Sudjaja peserta reuni.

Klungkung adalah kabupaten terkecil di Bali, ibu kotanya bernama Semarapura. “Daerahnya sejuk, bersih, ramah. Gak nemu macet dan wisatawan doyong doyong limbung di sini,” tambah pasangan Ridzky yang juga alumi Smansa Makassar itu.

Kebersamaan yang tak terbayang di 30 tahun lalu (dok: istimewa)
Menjadi ‘Bali’ dengan kostum penari (dok: istimewa)

Reini tidak sendiri. Ikut pula Dewi Andriani, notaris di Jakarta, alumni Universitas Padjajaran yang mengaku kadung suka pesiar di tengah kesibukannya sebagai Notaris.

“Awalnya mau kunjungan ke daerah asal suami Yudi (Hidayah) di Klungkung, sekalian belanja kain tradisional sambil menjenguk prosesnya,” imbuh Reini lagi.

Ide kunjungan tersebut telah dibuat berbulan lalu saat Reini, Dewi dan Yudi bersua.

“Saat itu, Yudi menyarankan untuk stay di Resort Whyndam. Tempat yang punya privat Beach Club yang keren sangat,” lanjut Reini.

Come to see me in Penglipuran (dok: istimewa)
Reuni 30 usai, pantang pulang sebelum ke Penglipuran (dokL istmewa)

Ide mereka bersambut oleh Hendrawaty Noor, yang juga punya niat yang sama ke titik itu. Mereka juga diikuti Ichal, Eky dan Ichank. Lalu menyusul Riny, Uphie, Viny, Ichwan dan Rachma. Menurut Reini, beberapa temannya memang ada baru pertama ke Bali.

“Formasi yang lengkap, SOSBOFI, karena Yudi yang berdomisili di Bali pun jadi peserta, total 12 orang,” urai Reini.

Jatuh cinta di Penglipuran

Destinasi Desa Penglipuran sudah lama jadi bumbu trip ke Bali, terutama yang punya sensitivitas sosiokultural dan intim dengan pesona nuansa alam.

“Desa Penglipuran berjarak sekira 55 km dari hotel kami menginap di Kyriad Royal Hotel Seminyak. Ditempuh hampir 2 jam perjalanan menuju ke sana. Ini desa cantik yang termasuk tiga desa terbersih dunia itu,” jelas Reini.  Kyriad adalah pusat reuni angkatan mereka.

Selamat menikmati keindahan pelosok Bali (dokL istjmewa)
Disambut kehadangat warga (dokL istmewa)

Menurut Reini, desa yang dimaksud adalah Penglipuran, Giethorn Belanda dan satunya di India.

“Menyenangkan, makan mie instan di rumah penduduk. Mengupas biji salak, bergantian. Lalu meminta bapak-bapak, penduduk setempat mengaduk kopi Kintamani di dapurnya buat nemenin kita,” kisah Reini.

Sebelum ke resort, mereka juga mampir ke Stone Garden atas anjuran Eki dan penduduk lokal.

Lalu seperti apa, Whyndam Taman Sari Jivva  Resort?  “Ada Beach Club menikmati kebersamaan, memperkaya jiwa, menghikmati perjalanan sejak SMA sampai sedewasa ini,” jelas Reini.

Unforgettable moment di Penglipuran (dokL istmewa)
Bali, yang tak semua orang tahu (dokL istimewa)

“Blue hour saat itu cantik sekali, langitnya biru pekat. Ombak Pantai Selatan sebagai musik keras cenderung cadas cuma bisa diliat. Kadang bikin kaki di pasir seperti getaran kena gempa,” tutupnya.

Hendrawati Noor yang juga ikut dalam tur itu bercerita bahwa selama perjalanan dia sesekali berkidung ‘Tentang Rindu’ lagu oleh Virzha. Tentang bagaimana perasaan saat bertemu beberapa teman yang telah lama tak bertemu bahkan nyaris terlupa, wajah dan nama lengkapnya.

“Reuni bagiku adalah kebahagiaan. Semua harusnya berbahagia karena tali persaudaraan yang renggang, karena waktu dan kesibukan namun akhirnya bisa tersambung kembali,” katanya.

Bersantai bersama para sahabat (dokL istimewa)
Lingkungan asri, nyaman, saatnya mengabadikan beragam pose (dok: istmewa)

“Nah, ke Klungkung ini karena nonton infotainment, ingin menikmati hotel milik mertua Raffi Ahmad,” katanya lagi.

Singkat cerita, malam berlalu, pagi tiba, Reini mengaku menikmati jet tub yang menghadap ke laut di depan kamar. Setelah itu dia lokasi Yoga. Di lokasi yang sudah jadi milik paten ekspat ini mempunyai tampilan unik dan inspiratif.

“Oh iya, kami juga larut dalam pesona kostum penari Bali. Saya, Dewi dan beberapa teman juga mengenakan pakaian Bali ini. Ini sama dengan pengalaman saat ke Brunei beberapa tahun lalu, kami juga mengenakan pakai penduduk di Brunei, menyenangkan, Sama kalau ke Belanda, kita juga ingin pakai baju Belanda bukan? atau kimono Jepang,”papar Reini lagi.

“Tahu gak karena pengen nyoba baju Bali ini, kami pesan online!” seru Reini.

Siang itu, mereka memang menari dengan menggunakan pakaian penari Bali. Satu inisiatif yang istimewa dan tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan ini.

Siapa tak tergoda untuk berfoto di sini? (dok: istimewa)
Resort yang mengagumkan itu (dokL istjmewa)

“Yang saya suka bukan hanya orang kita yang sering minta foto bareng, saat kami menari, ada wisatawan asing yang minta swafoto lho. Mereka tanya acara apa, kami jawab selesai reuni setelah 30 tahun lepas high school,” katanya lagi.

Yang tak kalah menariknya adalah bagaimana mereka menyusuri kampung dan bersua warga desa yang sedang beraktivitas, mengolah bambu dan menggunakannya untuk keseharian mereka.

“Tapi waktu jua yang memisahkan, kami akhirnya berpisah. Perpisahan yang emosional, tidak ada satupun dari kami yg tidak menangis,” ungkap Reini.

“Kenapa coba? Bayangkan aja, apa pernah terbersit 30 taun lalu kita akan kembali bersama di usia ini dalam keadaan sehat dan bahagia? Teteup sharing laugh and cry together?” tutup Reini.  

Penulis: K. Azis

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Sasar Investor, ‘Pinrang Investment Forum 2019’ Digelar di Ibu Kota Negara

Reuni Merayakan Satu Cinta Smansa ’89 Makassar di Bali