in

Reuni Merayakan Satu Cinta Smansa ’89 Makassar di Bali

Reuni Satu Cina Smansa 89 Makassar (dok: K. Azis/Andi Ihsan/Lody Kalangi)

BALI, PERSPEKTIFMAKASSAR.ID – September sepuluh tahun lalu, tidak kurang 120 alumni menyatu di beranda Hotel Pantai Gapura, Makassar. Kerlip lampu hotel dan laut Losari yang memantulkan cahaya rembulan jadi saksi reuni pertama alumni Smansa Makassar angkatan 1989 itu.

Reuni yang sesungguhnya tak butuh waktu lama sebab saat itu, dari Facebook dan grup Blackberry Messenger, ada dorongan kuat dari banyak alumni untuk gegas bersua. Jadilah reuni, dihadiri Ketua IKA Smansa Makassar, Agus A. Nu’mang yang juga wakil Gubernur Sulsel kala itu serta mantan guru-guru mereka.

Menurut Ketua IKA Smansa 89 Makassar, Rani Dasayauri Mappangara, sebelum memberi estafet ke Andi Nasrun Tahir, reuni 30 tahun ini menjadi alas pijak bagi alumni 89 untuk kembali dan tetap menguatkan silaturahmi.

Satu, SOSBOFI!

“Ini jalinan perkawanan, sekaligus tali cinta, juga kekuatan untuk saling berbagi bagi sesama, bagi sekitar dan bagi masa depan bersama,” jelas Rani yang telah 10 tahun menjadi Ketua IKA 89.

Seperti yang banyak diceritakan di social media dan perbincangan antar angkatan Smansa Makassar, setelah reuni itu, beragam kegiatan dijalankan, bahkan Reuni Perak ke-25 juga sudah digelar, demikian pula kerja-kerja pengabdian sosial, peduli lingkungan dan penguatan ukhuwah juga diintensifkan.

Pendek kata, alumni kian intens terhubung dan tertantang untuk lebur dalam kerja-kerja konstruktif dan berfaedah.  

***

Waktu berlalu, setelah reuni 2009, sepuluh tahun kemudian, gagasan menggelar Reuni 30 Tahun menyeruak. IKA Smansa 89 pun mendapuk beberapa alumni untuk menggelar reuni. Tidak tanggung-tangguh, lokasi yang dipilih adalah Pulau Dewata, Bali.

 “Di sini-mi dilihat, apakah masih sekuat dulu atau bagaimana,” kata Agustinus ‘Tappe’ Hutabarat yang terpilih sebagai Ketua Panitia Reuni 30 Tahun Smansa Makassar yang mengusung tema ‘ Together in Love’.

Ketua Panitia Reuni 30, Agus Hutabarat, Ketua Smansa 89 Makassar chapter Jakarta, Andi Arlys, Ketua IKA Smansa 89 terpilih Andi Nasrun Tahir serta Ketua IKA Smansa 89 Makassar 2009-2019, Rani D. Mappangara: bersama merawat persahabatan dan menjaga kebersamaan (dok: istimewa)

Kronolog reuni

Reuni itu berlangsung jua setelah disiapkan kurang lebih 4 bulan. Smansa 89 chapter Makassar serta chapter Jakarta bahu membahu menyiapkan meski di awal sempat memunculkan polemik dan rasa waswas.

Tapi, bukan alumni Smansa 89 Makassar jika larut dalam kata putus asa atau putar haluan. Jalan menuju Reuni 30 terus ditapak. Alumni yang berdomisili jauh dari Makassar atau Jakarta malah menunjukkan antusiasme untuk ikut, dari Australia, Riau hingga Kalimantan Utara.

Tanggal 31 Oktober 2019, sebagian besar rombongan alumni jurusan Sosial Smansa Makassar peserta reuni 30 tahun Smansa angkatan 1989 telah tiba di Bali. Mereka bersuka cita dengan menggelar makan bersama disusul jurusan lainnya, Biologi dan Fisika.

Berikut ini kronologi atau minutes by minutes Reuni 30 Tahun Smansa angkatan 89 Makassar

Hari Pertama (1 November 2019)

Tanggal 1 November 2019, hari Jumat, merupakan hari pertama reuni Smansa 89 Makassar. Di Hotel Kyriad Royal Seminyak, satu persatu alumni berdatangan. Yang dari Rengat-Riau, Balikpapan, Semarang, Bogor, Jakarta, Makassar, termasuk Bali dan Brisbane Australia. Pada daftar nama peserta panitia ada 143 orang confirmed hadir. 

Satu cinta menuju Bali (dok: K. Azis)
Reuni 30 tahun, menebas jarak, menyambut cinta (dok: K. Azis/Andi Ihsan/Lody Kalangi)

Tim panitia sudah siaga on-site juga. Di bagian registrasi telah tampak Bunga Upa Randan, Fasmawati Ibrahim, Taryana Nugraha, Taswin Munier, bekerja bareng pihak EO dan receptionist hotel. Mereka mengecek daftar nama peserta dan ketersediaan kamar.

Suasana sempat riuh manakala masuk di urusan kamar “smoking” versus “non-smoking”. Tapi ini bisa ditangani dengan baik oleh panitia demi meladeni harapan alumni yang masuk jamaah ‘ahli hisap’.

Di bagian photo-booth, telah siap pula Andi Ihsan, Lody Kalangi dan Kamaruddin Azis untuk pengambilan foto alumni.

Satu persatu didokumentasikan setelah mereka selesai proses check in, dan registrasi, salah satu pencirinya adalah mendapat goodie bag berisi kostum reuni, pin, udeng Bali, selendang, scarf sesuai jurusan, hingga flier berisi rundown acara.

Di seksi acara dan persiapan logistik dan venue, nampak Yudi Hidayah, Andi Unru, Suci Kusumaningrum dan Eky De Fretes yang secara bergantian mengecek status masing-masing lokasi kegiatan sambal sesekali menegok rundown acara.

Setelah sekejap chit-chat dan “kenalan ulang” pelepas rindu di tepi kolam renang, peserta bergegas membersihkan diri dan menuju restoran hotel, untuk meramaikan acara pembukaan yang berlangsung pukul 19.00 hingga 22.00 Wita.

Ini momen istimewa dan unik sebab peserta reuni diminta untuk mengenakan seragam putih-abu, layaknya anak sekolahan setingkat SMA yang dilengkapi lambang OSIS bernuansa cokelat.

Malam itu waktu seakan diputar ulang ke suasana SMA Negeri 1 Makassar di tahun 1986-1989.

Para anak sekolahan itu nampak bersukacita, apalagi diserta acara corat-coret baju seragam, layaknya di hari terakhir ujian EBTANAS di tahun 1989,  30 tahun silam.

Menghidupkan kenangan, menyatukan harapan untuk Smansa 89 Makassar yang satu (dok: K. Azis)/Andi Ihsan/Lody Kalangi)

Pada malam pembukaan itu, selain pembacaan doa, dan menyanyikan Indonesia Raya, dan sambutan ketua panitia Agustinus Tappe Hutabarat, suasana dihangat juga oleh hiburan live music dan joget bareng yang membuat suasana penuh canda tawa.

Penampilan vokalias home band Kyriad yang seksi nan ‘menantang’ membuat beberapa peserta reuni larut dalam goda dan bisik-bisik. Beberapa nama yang sempat jadi ‘korban’ adalah Rido, Ahmad Haya, Darma Kuba, Hasbullah Bo, serta Andi Arlys dan istri.

Acara pembukaan resmi usai pukul 23.00 Wita, meskipun euphoria hura-hura anak SMA masih terasa enggan berakhir.. Panitia telah mengingatkan peserta untuk fokus pada persiapan keesokan harinya, yang membutuhkan stamina lebih “roso”.

Tidak boleh bergadang, karena esok mereka harus on time melenggang ke bus menuju Jimbaran, destinasi kegiatan berikutnya.  “Ingat ya, jangan bergadang, jaga kondisi, besok kita fokus di Jimbaran.” kata Randan perempuan lincah yang juga mantan ketua kelas semasa SMA ini, anggota panitia dengan suara menderas.

Hari Kedua (2 November 2019)

Tanggal 2 November 2019. Pagi hari telah sedia 4 unit bus. Masing-masing dipandu oleh petugas lokal dengan busana Bali. Salah satunya bernama Dwi Kadek Adiani,, di bus I.

Selama perjalanan para guide memberi informasi tentang pernik tradisi dan kebudayaan Bali. Para peserta menggunakan baju polo biru muda lengkap dengan logo Sosbofi reuni 30thn, senada dengan biru nya laut dan langit cerah tak berawan.

Pukul 09.00, peserta memulai kegiatan dengan membentuk Formasi 89 mengikuti tanda yang sudah disiapkan panitia.

Pantai indah Jimbaran Bali jadi saksi kebersamaan yang menyenangkan. Siapa mampu menolah semangat mencinta sebagai sesama alumni Smansa 89 Makassar? (dok: K. Azis/Andi Ihsan/Lody Kalangi)

Mereka akan jadi obyek drone dan diminta untuk menggerakkan scarf dan berbaris sesuai panduan Taryana dan Randan. Ini momen berat karena matahari sudah sangat menyengat di Jimbaran. Meski demikian, para peserta tetap bertahan dan mengikuti panduan.

Pukul 10.30 setelah proses Formasi 89 dan diabadikan oleh Drone, para peserta menggelar apa yang mereka sebut Bersih Pantai Jimbaran.

Secara umum Pantai Jimbaran terlihat bersih namun pada beberapa ruas pantai masih ada sampah plastik. Inilah yang menjadi sasaran bersih pantai itu. 

Oh iya, peserta juga diminta membawa tumbler, pengganti botol plastik sekaligus bagian dari kampanye selamatkan pesisir dan laut dari serbuan sampah plastik.

Pukul 11.30 para peserta sudah duduk manis di Restoran Jimbaran setelah secara bergantian mengambil foto selfie dan foto bersama.

Di restoran, menunya sungguh apik. Ada nasi, udang bakar, kerang saos, sayur kangkung, ikana bakar dan bumbu sepadan. Peserta juga tidak dianjurkan menggunakan botol air mineral sehingga harus mengisi tumbler mereka di galon restoran.

Pukul 12.30, peserta kembali ke hotel. Beristirahat sebelum masuk ke sesi sharing pengetahuan di pukul 14.00 wita.

Di sini, ada tiga ruangan dengan tema berbeda. Ruangan pertama tentang ‘sharing Entrepreneurship’, lalu Kampanye ‘Breast Cancer Awareness’ dan ‘Cooking Clas’ bersama chef Kyriad Royal.

Ketiga acara ini jadi pembeda, bahwa reuni ternyata bisa menjadi wahana berbagi pengetahuan dan membangun harapan.  Acara tersebut berlangsung hingga pukul 17.30 Wita. Setelah itu peserta kembali ke ruangan dan mempersiapkan acara malam.

Pukul 18.30 Wita, peserta dengan busana Bali, para perempuan mengenakan kebaya, yang pria mengenakan baju koko plus udeng di kepala. Mereka sepakat untuk menggunakan pakaian dan asesoris khas Bali.

Suasana seru dan lucu ada di photo-booth bagian kedua, berbeda dengan booth di hari pertama. Kali ini mereka terlihat bahagia dalam balutan busana bernuasan tradisi Bali. Keren bukan?

Bersama, bersenang-senang, berdendang, satu momen yang takkan terlupa (dok: K. Azis/Andi Ihsan/Lody Kalangi)

Pukul 19.30 panitia meminta peserta untuk ikut foto bersama di depan Kyriad Hotel Bali. Tidak kurang 120-an peserta tumpah ruah di sini. Mereka nampak anggun dengan busana Bali.

Pukul 20.00, para peserta telah sampai di Restoran Budesa, Denpasar. Di restoran yang halamannya sangat luas ini para pelayan menyambut tetamunya.

Di bagian dalam restoran, telah disiapan kursi hingga 140-an, lengkap dengan meja dan panggung yang telah dikondisikan terlihat menarik.

Kombinasi warna spanduk dan logo SOSBOFI plus IKA Smansa Makassar menjadi pembeda. Panggung ini jadi saksi malam mengharu biru dan juga mengasikkan di antara peserta.

Ada beberapa bagian acara yang memikat di sini. Selain hiburan nyanyian, dilakukan pula pemilihan ketua IKA Smansa 89  dan menetapkan Andi Nasrun Tahir sebagai ketua IKA menggantikan Rani Dasayuri B. Mappangara, yang mengaku ingin istirahat dan fokus mengasuh orang tua di Jakarta.

Menyesap hikmah keindahan tradisi dan alam Bali menuju Satu Cinta (dok: K. Azis/Andi Ihsan/Lody Kalangi)

Di Budesa, panitia memberikan penghargaan kepada peserta yang aktif dalam kegiatan IKA Smansa 89, peserta dengan kostum menarik, peserta yang baru bergabung ke keluarga IKA Smansa 89, hingga peserta yang datang dari jarak jauh seperti dari Riau hingga Brisbane.

Selain itu ditampilkan pula beberapa nama sahabat alumni atau sahabat sekolah yang telah berpulang mendahului.

Panitia juga melakukan video call dengan Wira Chaniago yang terbaring sakit di Makassar dan mendapat salam dan ucapan lekas sembuh dari sahabatnya.  Ada keharuan di sini, juga rasa empati yang membuncah.

Malam semakin larut di Budesa, para peserta reuni kian larut dalam sukacita. Mereka secara bergantian menyanyi, bergoyang, saling menyemangati demi semangat satu cinta, satu cinta untuk Smansa Makassar.

Lagu Kapan-Kapan hingga Apa yang Merasukimu serta Kemesraan menjadi pengunci kebahagian mereka.

Sampai jumpa di Reuni berikutnya, semoga umur panjang.

“Ini luar biasa, panitia berterima kasih kepada yang telah mendaftar, kepada 143 orang alumi. Meski yang hadir kurang lebih 130 orang, namun ini rekor luar biasa. Bali ini kauwe…,” kunci sang ketua panitia, Agustinus Tappe Hutabarat.  

Hati siapa yang tak benam di pusaran cinta sebegini kuat di Smansa 89 Makassar? (dok: K. Azis/Andi Ihsan/Lody Kalangi)

Hari ketiga (3 November 2019)

Para peserta bersiap check out.  Dengan menggunakan bus yang sama sehari sebelumnya, mereka berbelanja ke toko ole-ole. Sebagian lainnya memilih membuat acara lain seperti ke Klungkung dan Uluwatu. Peserta sebagian besar sudah kembali ke kampung halaman pada malam harinya. (*)

Penulis: K. Azis

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Reuni Usai, Pantang Pulang Sebelum ke Penglipuran

Ada MoU dan Pujian Investor PMA di Pinrang Investment Forum 2019