in

Hai Hong Disukai Karena Kebersihannya

Penulils saat berada di Hai Hong (dok: istimewa)

MAKASSAR – Setiap hendak bersua kawan-kawan sekolah atau rekan kerja, Zainal Ibrahim selalu mengajak mereka bertemu di Hai Hong. Zainal adalah pamong senior di Kota Makassar yang juga alumi SMA Negeri I Makassar angkatan 1989.

Enal, begitu sapaannya, saat ditemui di Hai Hong seusai jam kantor beberapa hari lalu menyatakan bahwa ada dua alasan kenapa sering ke Hai Hong, karena dekat (dari Balai Kota Makassar) dan bersih.

Dia tidak asal bilang, PerspektifMakassar.ID memeriksa warkop itu hingga lantai 2 dan memang bersih. Sangat bersih malah.

Selain dengan Enal, Perspektif Makassar juga sempat ngopi bareng dengan beberapa pesepeda Makassar, salah satunya dengan Prof As’adul, mantan Dekan Fakultas Kedokteran Unhas.

Predikat bahwa Hai Hong adalah warung kopi legendaris di Makassar tidaklah keliru. Hai Hong (plus) Kopitiam tetap eksis di tengah menjamurnya kedai kopi di Makassar. Mereka bahkan telah membuka kedai kedua di Jalan Pelita Raya Makassar.

Than Njap Ing, Mok Su Djoat dan anak mereka Fonny (dok: Tribun Timur)

Berdasarkan penelusuran, pemilik warkop ini adalah lelaki Than Njap Ing yang kini berusia 71 tahun dan istrinya Mok Su Djoat (70). Mereka generasi kedua yang menangani kedai kopi yang dibangun oleh ayah Ing, Tham Yo Hai pada masa pendudukan Jepang.

Posisinya sungguh strategis yaitu di Kawasan Pecinan, di di perempatan Jalan Bonerate – Serui.

Kembali ke kebersihan. Menurut Zainal Ibrahim, warkop memang sejatinya harus bersih sebab akan membuat nyaman pengunjungnya. Baginya toilet adalah hal penting.

Selain itu, di Hai Hong juga ada ruang kecil untuk shalat, lengkap dengan sajadah dan mukena. Jadi sangat menyenangkan memang. Demikian hasil pengamatan.

Lantai, meja, kursi, serta interior-nya sungguh bikin nyaman. Jendela yang luas dan ventilasi yang bikin lega pernapasan bikin suasana ngopi lebih mantap.

Sebagai warkop, kopi Hai Hong sungguh ciamik tetapi aneka makanan dan minuman mereka juga tidak kalah memikat. Mulai dari bubur hingga nasi campur, mie kering, dari singkong hingga kentang goreng. Demikian pula dengan sajian aneka jus.

Jadi, mau traktir penulis ke Hai Hong? #eh (*)

Penulis: K. Azis

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Dukung Pembangunan Berkelanjutan, Pusat Studi Lingkungan Hidup Unhas Gelar Konferensi Internasional

Nyanyikan Lagu Naff, Ketua Gerindra Sulsel Disawer Menteri Edhy