in

Menteri Sofyan Puji ‘Bekal Pemimpin’ UID, Bupati Takalar: Mencerahkan dan Strategis

Menteri Sofyan Djalil bersama undangan dan peserta Bekal Pemimpin 2019 (dok: K. Azis)

JAKARTA – Program ‘Bekal Pemimpin 2019’ telah digelar sejak Juli 2019 atas dukungan The David and Lucile Packard Foundation dan dikelola oleh The United in Diversity Jakarta. Dari 650 pendaftar ada 58 orang lulus sebagai penerima beasiswa. Mereka datang dari perwakilan tiga wilayah Indonesia, yakni timur, tengah dan barat.

Pesertanya dari aktivis LSM, pelaku usaha, Pemerintah Pusat dan daerah, akademisi hingga jurnalis. Program berjalan sejak Juli 2019 hingga Desember 2019.

Beasiswa diberikan untuk para pemimpin muda (emerging leaders), tujuannya menumbuhkan jejaring pemimpin bidang lingkungan dan transformatif menuju pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilian, berkelanjutan dan berkearifan lokal.

Demikian informasi yang diperoleh PerspektifMakassar.id saat menyaksikan acara penyematan tanda kelulusan bagi 58 peserta tersebut di Wisma Nusantara, Annex Building, Jakarta, 5/12.

Sebagai organisasi yang memfasilitasi lahirnya pemimpin yang peduli pada keberlanjutan sumber daya pembangunan, United In Diversity (UID) berkomitmen mendukung pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Hal tersebut dapat dilihat dari pelaksanaan program beasiswa bernama ‘Bersama Kelola Alam Adil Lestari (Bekal) Pemimpin’.

Beasiswa ini ditujukan untuk para Emerging Leader, yaitu mereka yang berpotensi menjadi pemimpin muda ataupun diharapkan dapat menjadi calon pemimpin dan masih berada di bawah usian 40 tahun.

“Semakin banyak beasiswa yang seperti ini yang bisa diciptakan, maka pembangunan Indonesia ke arah yang lebih baik akan menjadi lebih cepat. Salah satunya mengenai prototipe Investasi Hijau yang dikerjakan oleh penerima beasiswa,” kata Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil saat memberikan sambutan pada acara tersebut.

Dari acara pelepasan alumni Bekal Pemimpin 2019

Sofyan memberikan apresiasi karena program ini berfokus pada pencarian solusi terkait permasalahan mengenai pengelolaan SDA di Indonesia. Hadir pula beberapa tokoh nasional, baik dari kalangan pengusaha maupun Pemerintahan. Termasuk sekurangnya 4 Bupati yang mewakili wilayah Papua, Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera.

“Melalui program ini, seluruh pemangku kepentingan dapat berkolaborasi menyelesaikan permasalahan terkait SDA demi membangun Indonesia yang lebih baik,” kata Sofyan yang menyempatkan melihat booth yang disiapkan oleh peserta Bekal Pemimpin yang menunjukkan potensi, tantangan, dan ‘road map’ pembangunannya.

Menurut Chief Executive Officer UID, Indira P Baheramsyah program ini dimulai pada bulan Mei 2019 lalu.

“Ada lebih dari 650 orang yang mendaftar untuk mendapatkan beasiswa. Namun pada program perdana yang juga didukung oleh The David and Lucile Packard Foundation ini, UID baru dapat memfasilitasi 58 orang penerima beasiswa,” katanya.

Penerima beasiswa tersebut mewakili tiga wilayah Indonesia, yakni timur, tengah dan barat. Mereka datang dari berbagai kalangan seperti aktivis LSM, pelaku usaha, Pemerintah Pusat dan daerah, akademisi hingga jurnalis. Program berjalan sejak Juli 2019 hingga Desember 2019.

Dihadiri Bupati Takalar

“Program Bekal Pemimpin memberikan kesempatan kita untuk memberikan perhatian pada isu-isu pengelolaan sumber daya alam. Sumber daya yang memang sangat penting bagi warga desa, Pemerintah, pelaku usaha tetapi kadang mulai diabaikan,” kata Irmawati, peserta asal Kabupaten Takalar yang mengaku tertarik pada isu pertanian, pada masa depan desa dalam menata usaha pertanian yang lebih baik.

Selama menjadi peserta ini, Irma juga diberi wawasan tentang pemanfaatan lahan, budidaya, dimensi perikanan dan kelautan hingga aspek yang berkaitan dengan sumber daya alam.

Jika Irma membawa misi program pertanian di desa Paddinginging Takalar, maka peserta lain juga membawa isu yang perlu untuk diadvokasis seperti isu kelautan dan konservasi, pemanfaatan perikanan secara berkelanjutan hingga ekowisata.

Beberapa lokasi yang menjadi obyek kajian sekaligus jadi model pendampingan peserta Bekal Pemimpin ini mulai dari Kaimana di Papua Barat hingga Kabupaten Kubu di Kalimantan Barat.

Apa yang dilakukan oleh oleh UID diapresiasi oleh banyak pihak termasuka Pemerintah Daerah. Salah satunya, Bupati Takalar H. Syamsari Kitta yang datang khusus untuk melihat dan berbagi pengalaman tentang pembangunan daerahnya.

Menurut Syamsari, SDA merupakan sektor sekaligus faktor strategis modal utama pembangunan daerah.

“SDA adalah penopang perekonomian di Takalar. Kami berterima kasih atas pembekalan bagi para emerging leader ini, terutama peserta dari Takalar. Ini sangat penting untuk daerah kami, termasuk untuk Indonesia,” katanya.

Syamsari berharap para pemimpin muda seperti yang sudah lulus ini dapat menjalin komunikasi lebih baik dan berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah dalam menyusun kebijakan dan motivator dalam pembangunan daerah. Sebab, dengan kompetensi yang ada sudah semestinya menjadi problem solver bagi isu-isu pembangunan daerah.

“Program ini menekankan pada pentingnya aspek kelembagaan, dan para pesertanya akan jadi model bagi yang lain,” katanya.

Dia juga melihat bahwa dengan program ini, ada penakanan pada kelembagaan dan produk lokal. Menurutnya sebagai tindak lanjut program ini, di peringatan Takalar Day atau Hari Ulang Tahun Takalar maka selama sebulan penuh akan difasilitasi bertemunya pelaku pengembangan UMKM.

“Kita perlu tindak lanjuti program seperti ini, paling tidak untuk mengembangkan desa-desa potensial di Takalar dengan basis pendampingan pada UMKM-nya,” tutup Syamsari. (*)

Penulis: K. Azis

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Poltekkes Mamuju Gelar Pengobatan Gratis untuk Warga Kabuloang

Direktur External Relation PTVI Paparkan Pengalaman Program Pemberdayaan Masyarakat pada Rakornas PKP di Jakarta