in

Inspirasi Akib Patta, Reuni COREMAP dan ‘Japruts’ Menuju KKP

Jappa paruntang ke Kantor KKP (dok: Sulkaf S. Latief)

JAKARTA – Jakarta memberi kejutan untuk beberapa orang yang pernah bekerja di Kabupaten Kepulauan Selayar di tahun 2000-an awal, penulis salah satunya.

Ada momen langka dan terasa sebagai reuni yang dinanti bertahun-tahun, utamanya bagi penulis yang ‘memulai’ pengembaraan profesi di daerah pesisir dan pulau-pulau Sulawesi Selatan.

Momen itu adalah ketika bersua mantan Bupati Selayar Drs H M Akib Patta di Jakarta. Akib di mata penulis adalah pemimpin dengan visi luar biasa untuk pemajuan Selayar, kabupaten yang terpisah secara geografi dengan daratan Sulawesi.

Saya kira, kharisma dan leadership Akib di tampuk Pemerintahan Selayar telah mengantar jalan karir bagi banyak generasi Selayar, tokoh Pemerintah saat ini, juga dampak positif nyata bagi masyarakat Selayar hingga kini dan nanti.

Bukan hanya bersua Akib Patta, pria yang lahir di Selayar tanggal 26 Juli 1948 itu, tetapi juga mantan Kepala Bappeda Selayar di tahun 2000-an awal, Andi Mappagau, SE. Keduanya adalah tandem pembangunan Selayar di tahun 90-an hingga 2004 sekaligus ‘guru maritim’ bagi penulis.

Bagi penulis, kedua sosok alumni Ekonomi Unhas ini adalah sosok inspiratif dalam pembangunan sosial ekonomi kawasan. Keduanya banyak membantu penulis saat bekerja di Selayar antara tahun 1997 hingga 2003.  

***

Akib adalah Bupati yang mampu membaca arah serta kebutuhan Selayar, Kabupaten Kepulauan yang mempunyai pulau tidak kurang 120 buah pulau, sementara Mappagau tokoh perencana Selayar yang punya kedalaman pada pernak-pernik sociocultural Selayar meski basis ilmunya Ekonomi.

Ada dua terobosannya ketika Akib Patta jadi Bupati dan saat ini hasilnya dinikmati oleh masyarakat Selayar.

Yang pertama proyek ringroad dan perintisan Pelabuhan Pattumbukang di timur Selayar. Tentu ada beberapa terobosan lainnya tetapi bagi penulis, dua hal yang dimaksud adalah manifestasi dari kesungguhannya membangun pulau-pulau di tenggara dan selatan Selayar.

Sinisme atas ide pembangunan Pattumbukang sering penulis dengar di tahun 2000-an di antara masyarakat Selayar sendiri, tetapi waktu berlalu, periode berubah, Pattumbukang kini jadi sandaran pengharapan masyarakat pulau-pulau Selayar atau dengan kata lain, Akib Patta berhasil menghidupkan harapan masyarakat kepulauan manakala musim barat mendera Selayar.

Kapal-kapal nelayan, kapal barang hingga ferry menggunakan Pattumbukang untuk berlindung dan menghubungkan denyut pulau-pulau.

Dengan ringroad akses ke timur Selayar semakin terbuka. Pengembangan pariwisata semakin bergairah. Ini bisa disaksikan dari kian diminati wisata ke Pantai Timur, Pinang, ke Jammeng, ke pesisir hingga menikmati air terjun Patilereng.  Pantai Timur adalah destinasi wisata baru Selayar dan thank to Pak Akib for the ringroad.

Ring road itu demi mengantisipasi perkembangan Selayar, sekaligus membuka akses pengembangan pariwisata dan perikanan ke depannya. Itu juga bukti bahwa kita membangun daerah tanpa harus memindahkan warga meski mereka terisolasi,” kata Akib, anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan Sulawesi Selatan saat penulis menemaninya berjalan sejauh kurang lebih 1 kilometer siang itu.  

Japruts ke KKP

Di usianya yang sudah mencapai 71 tahun, Akib, mantan Bupati Selayar dua periode, dari 1994 hingga 2004 terlihat masih fresh dan tentu saja inspiratif dan bersemangat demi kemajuan Selayar.

Mantan Bupati Selayar, H. M Akib Patta terlihat ceria saat melangkahkan kaki meninggalkan Hotel Aryaduta Tugu Tani, Jakarta Pusat. Di sampingnya ikut melangkahkah kaki Andi Mappagau, mantan Kepala Bappeda Selayar di tahun 2000-an. Lalu ada pula Ma’ruf Tato, mantan kepala dinas Tata Ruang Selayar.

“Beliau suka olahraga, saya tidak heran saat mengajak jalan kaki ke KKP beliau mau,” kata Sulkaf S. Latief, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Selayar yang juga ikut ‘japruts (istilah bahasa Makassar) atau ajjjappa paruntang’, japrut atau jalan menghentak, ke kantor GMB II KKP, (9/12).

Hadirnya Sulkaf pula yang membuat perjalanan siang itu menjadi istimewa pula buat penulis sebagai mantan anggota tim COREMAP I.

Dia, bersama penulis adalah peserta pelatihan CREEL, kalau saya tidak keliru pelatihan yang berkaitan dengan teknik monitoring dan evaluasi kondisi terumbu karang di tahun 1999 ketika penulis berkantor di belakang rumah jabatan Bupati Akib Patta. Sulkaf masih eselon IV kala itu.

Begitulah pembaca sekalian, perjalanan siang itu terasa istimewa juga pantas disebut sebagai manifestasi kecintaan pada cita-cita pemajuan Selayar, taka pandang usia, tak pandang jarak.

***

Selain nama-nama dimaksud di atas, hadir pula Kepala Bappeda Selayar saat ini, Basok Lewa. Basok adalah mantan Sekretaris Kelompok Kerja COREMAP Fase I di Selayar, ketika Akib Patta menjabat sebagai Bupati dan Mappagau sebagai Kepala Bappeda.

Basok adalah mitra kerja penulis di tahun 2000-2003. Saat penulis jadi konsultan Community Liaison COREMAP I, Basok adalah sekretaris Pokja COREMAP, Coral Reef Rehabilitation and Management Program, program prestisius untuk pelestarian terumbu karang.

Tak ketinggalan, Andi Nurjaya, mantan fasilitator Community Based Management (CBM) COREMAP fase I di Pulau Tarupa, Taka Bonerate yang kini eksis sebagai pengusaha perikanan. Penulis bertugas di Pulau Rajuni sebelum pindah posisi ke Benteng di tahun 2000-2003.

Maka jadilah, misi ‘jalan siang’ ke KKP itu sebagai ‘reuni COREMAP Fase I’.  

“Kita jalan saja, daripada harus naik mobil dan memutar jauh,” jelas Sulkaf saat kami berada di depan Kantor PLN. Sulkaf pula yang mengambil momen welfie yang mengabadikan kami di siang nan terik itu.

Penulis awalnya tidak yakin dengan misi ini. “Wah, pak Sulkaf mau ajak jalan jauh, siang-siang lagi. Kasihan Pak Akib,” batinku.

The show must go on, kami jalan kaki ke GMB II KKP. Suasana kian melankolis dan serupa reuni yang didamba bertahun-tahun ketika Dirjen Perikanan Tangkap M. Zulficar Mochtar menyalami Akib Patta dan teman seperjalanan siang itu.

Zulficar adalah mantan konsultan COREMAP Fase I dan beberapa kali melakukan kunjungan ke Selayar dan Taka Bonerate.

Dia terlihat sumringah dan bergairah berbagi cerita siang itu terutama gagasan dalam membangun Selayar ke depan. Kabupaten yang menurutnya seharusnya bisa maju pesat melalui pengembangan potensi kelautan dan perikanan.

Dia menekankan perlunya aksi nyata, kolaboratif dan punya target spesifik agar agenda membangun daerah dari sektor kelautan dan perikanan tidak sekadar wacana atau hanya repetitif mengulang kegagalan.

Misi ke KKP ditutup dengan foto bersama. Foto yang oleh kawan dari Selayar dikomentari sebagai tak lengkap tanpa kehadiran H. Syaiful Arif. Syaiful adalah koordinator komponen Monitoring Controlling and Surveilance MCS di tahun 2000-an awal dan pernah jadi Wakil Bupati Selayar, sosok yang disebut sebagai salah satu murid terbaik H. M. Akib Patta.

Sosodara, kembali ke misi ke KKP itu.

Misi bersua Dirjen Perikanan Tangkap KKP tersebut memang tak semata untukmembincang peluang pengembangan investasi bisnis Kawasan Industri Perikanan Terpadu (KIPT) Selayar yang sedang digadang-gadang oleh Bupati H. Muh Basli Ali, Bupati yang memang baru saja membuka forum investasi perikanan Selayar di Hotel Aryaduta, tetapi juga sebagai perekat solidaritas.

Perekat bagi alumni COREMAP atau siapapun yang sedari dulu selalu mencari celah peluang agar dapat berkontribusi bagi pemajuan Selayar, kabupaten unik dan sejatinya berkembang dan bermartabat karena kekayaan sumber daya alam dan keluhuran semangat dan pekerti masyarakatnya untuk maju, maju di urusan tata kelola ruang laut dan pengembangan ekonomi kawasan. (*)

Jakarta, 10 Desember 2019

Penulis: K. Azis

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Rektor Unhas Jadi Pembicara “Leader’s Talk” Bank Indonesia 2019

Manfaatkan Dana Desa, Inilah Wahana Swafoto Bawah Laut dari Selayar