in

Pakar Asuransi Kesehatan Unhas Paparkan Polemik BPJS di Kota Palu

Prof Amran Razak (dok: istimewa)

PALU – Guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas, Prof. Dr H. Amran Razak, S.E, M.Sc menjadi narasumber pada Seminar Kesehatan yang digelar Mahasiswa Admnistrasi Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Kota Palu, (21/12/2019).

Menurut Prof Amran, seminar tersebut berkaitan polemik berkepanjangan BPJS, terutama BPJS Kesehatan yang memang sedang dibelit masalah.

Hal tersebut semakin memicu ‘antipati’ publik ketika Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati (SMI) menyebut adanya kenaikan iuran sebagai salah satu cara mengurangi defisit BPJS Kesehatan yang semakin membengkak setiap tahun.

Di sisi lain, Pemerintah juga mengklaim, selama ini jumlah kemiskinan terus turun namun peserta BPJS Kesehatan yang menikmati fasilitas Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus bertambah. Hal tersebut terjadi karena manajemen dan perhitungan BPJS Kesehatan keliru.

Patut diketahui bahwa selama ini Pemerintah telah menanggung lebih dari 150 juta masyarakat yang masuk dalam PBI pemerintah pusat sebanyak 96 juta dan PBI Pemerintah Daerah sebanyak 37 juta jiwa serta Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau masyarakat biasa yang bukan pegawai pemerintah sebanyak 17 juta jiwa.

Pemerintah juga masih terus menyuntikkan anggaran ke BPJS Kesehatan untuk menutupi defisitnya. Namun, hal ini tidak bisa terus dilakukan sehingga perbaikan desain dan peruntukannya harus diupayakan seefektif mungkin.

“Hal itu yang menjadi alasan kenapa mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Palu menggelar seminar tersebut. Polemik BPJS Kesehatan ini patut diselesaikan supaya rakyat bisa nyaman dan aman saat mengurusi kesehatannya,” kata Prof Amran Razak saat dihubungi Perspektif Makassar, (20/12/2019)

Terkait BPJS Kesehatan, lanjut Prof Amran, memang perlu ditata, baik dari sisi kepesertaan dan dari sisi kesungguhan pengelola untuk mengawal dan menjalankannya sesuai amanat UU.

“Poin yang perlu dicarikan solusi saya kira adalah bagaimana seluruh pihak terkait, di bidang kesehatan ini bisa mendorong agar masyarakat dapat mengaksesnya dengan anggaran yang terjangkau dan tentu saja tidak menimbulkan beban baru,” kata Prof Amran.

Prof Amran membawakan materi berjudul ‘Peran Tenaga Kerja Kesehatan Masyarakat dalam JKN’ dan merupakan bagian dari upaya menelisik ‘Ada Apa dengan BPJS’ denganaimana menjadi tema seminar. Acara berlangsung di Restoran Marannau, Jalan Setia Budi, Kota Palu.  

Amran Razak  menyelesaikan S1 di Fakultas Ekonomi Unhas tahun 1983 lalu meraih gelar S2 di Fakultas Pasca Sarjana UI bidang Perencanaan & Manajemen Kesehatan Tahun 1990.

Dia meraih gelar S3 dalam bidang Ekonomi di PPs UNHAS tahun 2004 serta sempat menjabat sebagai Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan (Eselon I/ b) Universitas Hasanuddin Periode 1997-2001.

Kini Prof Amran adalah Guru Besar FKM Unhas serta mengabdi sebagai tenaga pengajar di Jurusan Administrasi dan Kebijakan Kesehatan FKM Unhas sejak 1986. Kompetensi yang dikuasai adalah dalam bidang asuransi kesehatan. (*)

Editor: K. Azis

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Perkuat Kolaborasi Akademik, Unhas Tanda Tangani MOU dengan Tiga Perguruan Tinggi

Nadiem, Teruslah Mendobrak